Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 29 November 2012

Kusuka kamu suka


Saat kukenal dirimu di rumah temanku
Kurasa cinta menusuk hati sepiku
Pertama ku lihat wajah indah bersemi
Ku bingung tuk bekenalan denganmu . . .

       Kucoba dekati temanmu
       Ku ingin tau siapa dirimu
       Karna ku suka kamu . . .

Kamu pun suka padaku
Tapi kamu malu tuk mengenalku
Takdir cinta kan bertemu
Menjalin ikatan tak terputus . . .

       Kucoba dekatimu dengan penuh perjuangan
       Kini kita saling mencintai
       Berawal dari senyumanmu padaku
       Yang berakhir kisah cinta berdua . . .

RINDUKU



Ingatan ini tak kan terlupakan
Senyuman kebaikan mendamaikan
Hati menunggu dirimu disini
Hadir kembali disisiku. . .
      
Dimanakah dirimu berada?
       Rindumu juga rinduku
       Tahukah kau perasaanku padamu?
       Pertemuan ini ku nantikan. . .

Perhatianmu kepadaku selalu
Tak kusangka kau begitu
Ku percaya kau baik
Tapi kini kau tak berada disini lagi. . .
      
Ku merindukanmu kembali
       Tertawa ceria bersama
       Menghapus kesedihan air mata
       Tiada perpisahan lagi yang memisahkan. . .  

Di Sampingku

ku terdiam kau membisu
tiada kata terucap dalam hatimu
hanya sunyi mengiring malam ini
mengisi gemericik air yang mengalir

ku menemani dirimu dalam kesunyianmu
jiwa yang kosong terhiraukan
arti sebenarnya dalam hatimu

ku mencoba untuk bercanda tawa
kau tersenyum, ku bahagia
indah melihatmu saat ini
bagai dunia terpana melihatmu 

oh, kau lah orang di sampingku 

Jumat, 06 Mei 2011

Ku Bukan Hidup

ku bukan hidup yang tak hidup . . .
ku mencoba untuk berusaha. . .
tak mengerti jalan pikiran ku bersalah . . .
jiwa sepi tuk merenung. . .

hati retak sakit terasa . . .
tak mungkin ku raih kembali . . .
pupus sudah rasa yang kumiliki . . .
sadarkah hidup tuk bisa merasa . . .

semua ada tapi tak memiliki . . .
meraih tapi tak sanggup .  . .
berdoa pada yang kuasa . . .
diriku . . . .

Rabu, 06 April 2011

2 Hal yang Membuat Kita Tidak Bersyukur Dengan Keadaan Kita Sekarang


Pertama :
Kita sering memfokuskan diri pada apa yang kita inginkan, bukan pada apa yang kita miliki.
Katakanlah anda telah memiliki sebuah rumah, kendaraan, pekerjaan tetap, dan pasangan yang terbaik. Tapi anda masih merasa kurang. Pikiran anda dipenuhi target dan keinginan.
Anda begitu terobsesi oleh rumah yang besar dan indah, mobil mewah, serta pekerjaan yg mendatangkan lebih banyak uang.
Kita ingin ini dan itu. Bila tak mendapatkannya kita terus memikirkannya. Tapi anehnya, walaupun sudah mendapatkannya, kita hanya menikmati kesenangan.
Kita tetap tak puas, kita ingin yang lebih lagi. Jadi, betapa pun banyak yang kita miliki, kita tak pernah menjadi “KAYA” dalam arti yang sesungguhnya.
Mari kita luruskan pengertian kita mengenai orang ”kaya”.
Orang yang ”kaya” bukanlah orang yang memiliki banyak hal, tetapi orang yang dapat menikmati apapun yang mereka miliki.
Tentunya boleh-boleh saja kita memiliki keinginan, tapi kita perlu menyadari bahwa inilah akar perasaan tak tenteram.
Kita dapat mengubah perasaan ini dengan berfokus pada apa yg sudah kita miliki. Cobalah lihat keadaan di sekeliling Anda, pikirkan yang Anda miliki, dan syukurilah. Anda akan merasakan nikmatnya hidup.
Pusatkanlah perhatian Anda pada sifat-sifat baik atasan, pasangan, dan orang-orang di sekitar Anda. Mereka akan menjadi lebih menyenangkan.
Seorang pengarang pernah mengatakan, ”Menikahlah dengan orang yang Anda cintai, setelah itu cintailah orang yang Anda nikahi.” Ini perwujudan rasa syukur.
Hal kedua yang sering membuat kita tak bersyukur adalah :
Kecenderungan membanding-bandingkan diri kita dengan orang lain. Kita merasa orang lain lebih beruntung.
Kemanapun kita pergi, selalu ada orang yang lebih pandai, lebih tampan, lebih cantik, lebih percaya diri, dan lebih kaya dari kita.
Hidup akan lebih bahagia kalau kita dapat menikmati apa yang kita miliki. Karena itu bersyukur merupakan kualitas hati yang tertinggi.
Ada sebuah kisah mengenai seorang ibu yang sedang terapung di laut karena kapalnya karam, namun tetap berbahagia.
Ketika ditanya kenapa demikian, ia menjawab,
”Saya mempunyai dua anak laki-laki. Yang pertama sudah meninggal, yang kedua hidup di tanah seberang.”
“Kalau berhasil selamat, saya sangat bahagia karena dapat berjumpa dengan anak kedua saya. Tetapi kalaupun mati tenggelam, saya juga akan berbahagia karena saya akan berjumpa dengan anak pertama saya di surga.”
Bersyukurlah!
Bersyukurlah apabila kamu tidak tahu sesuatu …
Karena itu memberimu kesempatan untuk belajar …
Bersyukurlah untuk masa-masa sulit …
Di masa itulah kamu tumbuh …
Bersyukurlah untuk keterbatasanmu …
Karena itu memberimu kesempatan untuk berkembang …
Bersyukurlah untuk setiap tantangan baru …
Karena itu akan membangun kekuatan dan karaktermu …
Bersyukurlah untuk kesalahan yang kamu buat …
Itu akan mengajarkan pelajaran yang berharga …
Bersyukurlah bila kamu lelah dan letih …
Karena itu kamu telah membuat suatu perbedaan …
Mungkin mudah untuk kita bersyukur akan hal-hal yang baik …
Hidup yang berkelimpahan datang pada mereka yang juga bersyukur akan masa surut …
Rasa syukur dapat mengubah hal yang negatif menjadi positif …
Temukan cara bersyukur akan masalah-masalahmu dan semua itu akan menjadi berkah bagimu …

Kamis, 10 Maret 2011

HUJAN MALAM INI


Butiran air jatuh ke tanah
Suara tetes air bersaut-sautan
Langit merah merona menangis
Dikala malam gelap dan kelabu. . .
      
Tetesan air membasahi daun
       Segar terasa hawa dingin
       Bau air merasuk hidung
       Tanah menggenang tak mengalir. . .

Ku merenung di aliri tetesan air
Basah diri menantang hujan
Sedih hati tak terlihat
Melihat hujan yang rela jatuh. . .
                                                        
       Malam sunyi tiada cahaya
       Ku coba mengerti hidup ini
       Berusaha berguna tuk orang lain
       Seperti hujan malam ini. . .