Tampilkan postingan dengan label tugas kuliah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tugas kuliah. Tampilkan semua postingan
Rabu, 06 Juni 2012
SWOT dan Matrik Kompetitif PT ISN
untuk download swot dan matrik kompetitif PT Industri Sandang Nusantara II Unit Lawang, silahkan klik di sini
Rabu, 23 Mei 2012
SWOT DAN MATRIK KOMPETITIF PT SEMEN GRESIK Tbk
Minggu, 20 Mei 2012
Program Pengembangan Manajemen
Management Development Program (Program Pengembangan Manajemen).
Manajer, seperti karyawan lainnya juga harus dilatih. Sebagian besar metode bisa diterapka pada mereka. Namun pelatihan bagi manajer seringkali berbeda, karena cenderung lebih berorientasi ke masa depan. Juga cenderung lebih rumit, seperti tindakan pesaing, tuntutan serikat pekerja, nilai tukar mata uang asing.
Pengertian Pengembangan Manajemen
Pengertian Pengembangan manajemenn menurut gery dessler (2003:236) adalah usaha untuk meningkatkan prestasi manajemen dengan menanamkan pengetahuan, perubahan perilaku, atau peningkatan keterampilan. Tentu saja sasaran akhirnya adalah untuk menguatkan prestasi perusahaan itu dimasa depan. Proses pengembangan manajemen terdiri dari (1) menilai kebutuhan strategis perusahaan (misalnya, untuk mengisi lowongan eksekutif mendatang, atau untuk mendorong sifat kompetitif), (2) menilai prestasi manajer, dan kemudian (3) mengembangkan manajer (dan calon manajer).
Beberapa program pengembangan diterapkan pada seluruh perusahaan dan melibatkan semua atau sebagian besar manajer baru (atau calon manajer). Jadi, para MBA baru bisa bergabung dengan program pengembangan manajemen ford dan dirotasi melaluiberagam penugasan dan pengalaman pendidikan, dengan sassaran ganda untuk mengetahui potensi manajemen mereka dan memeberikan pengalaman yang luas (misalnya, dalam produksi dan keuangan). Kemudian perusahaan bisa memasukkancalon terbaik ke dalam “ jalur capat”, sebuah program pengembangan yang menyiapkan mereka dengan lebih cepat untuk masuk ke tingkat senior
Metode Baru Pengembangan Kepemimpinan
saat ini telah ada pilihan metode pengembanganmanajemen yang lebih relevan dan efektif secara organisasi daripada sebelumnya, hal ini muncul karena efek samping dari tekanan kompetitif global. Contohnya saat ini terdapat penekanan yang lebih besar dalam klarifikasi tujuan bisnis program pengembangandan hasil yang diinginkan, mengaitkan program ini dengan misi perusahaan, melibatkan kelompok manajemen puncak, lebih fokus pada kompetensi dan pengetahuan tertentu yang lebih kongkrit, dari pada sekedar perilaku, dan menambahkan metode pengembangan tradisional (seperti pengajaran, kelompok-kelompok diskusi, dan simulasi) dengan metode yang lebih realistis seperti proyek pembelajaran tindakan.
On The Job Training Manajerial
On the job training tidak hanya digunakan untuk karyawan non-manajerial. Metode pelatihan on the job training manajerial meliputi rotasi pekerjaan, pendekatan belajar sambi dibimbing, dan pembelajaran action learning (belajar beraksi).
Rotasi pekerjaan berarti memindahkan calon manajemen (management trainee) dari departemen yang satu ke departemen yang lainnya untuk memperluas pemahaman mereka terhadap semua departemen dan untuk menguji kemampuan mereka.
Ada beberapa cara untuk meningkatkan keberhasilan program rotasi. Program ini hars dibuat spesifik untuk kebutuhan, minat, dan kemampuan orang yang dilatih tersebut, dan bukan merupakan rangkaian standar yang dijalankan oleh semua orang yang dilatih. Kecepatan orang itu belajar menentukan lamanya wawktu orang itu tinggal dalam sebuah pekerjaan.
Pendekatan belajar sambil dibimbing disini orang yang dilatih bekerja secara langsung dengan seorang manajer senior atau dengan dengan orang yang dogantikannya. Orang yang akan digantikan ini bertanggung jawab untuk membimbing orang yang dilatih itu. Secara perlahan, sambil belajar manajer senior akan melepaskan tanggung jawabnya kepada calon penggantinya. Ccara ini memberikan kesempatan kepada orang yang dilatih untuk mempelajari pekerjaan itu.
Action learning program belajar beraksi memberikan kebebasan waktu kepada para menajer dan yang lainnya untuk bekerja penuh pakan bertemu secara periodikada proyek-proyek, menganalisis dan memecahkan permasalahan di departemen selain departemennya sendiri. Orang-orang yang dilatih akan bertemu secara periodik dalam kelompok empat atau lima orang untuk membahas temuan mereka. Beberapa orang yang dilatih bisa bekerja sama dalam satu kelompok proyek, atau membandingkan catatan dan mendiskusikan proyeknya masing-masing.
Pelatihan Di Luar Pekerjaan Dan Teknik Pengembangan
Juga terdapat banyak teknik pelatihan di luar pekerjaan untuk melatih dan mengembangkan manajer.
Metode Studi Kasus seperti yang telah diketahui banyak orang, metode studi kasus memberikan deskripsi tertulis kepada orang yang dilatih tentang masalah organisasi. Kemudia orang itu menganalisis kasus tersebut, memeriksa masalahnya, dan menyajikan temuan dan solusinya dalam sebuah diskusi dengan teman yang sedang dilatih.
Permaianan Manajemen dengan permainan manajemen bisa menjadi alat pengembangan yang baik. Belajar yang paling baik adalah dengan melibatkan diri, dan permaianan ini membutuhkan keterlibatan dari pesertanya. Pelatihan ini membantu orang yang dilatih untuk mengembangkan keterampilan dalam pemecahan masalah, seperti perhatian yang diberikan pada perencanaan melebihi daripada penyelesian masalah. Biasanya kelompok tersebut juga memilih sendiri anggotanya dan mengatur mereka sendiri. Jadi mereka dapat mengembangkan ketermapilan kepemimpinan dan memupuk kerja sama dan kerja kelompok.
Seminar Di Luar banyak perusahaan dan universitas yang menawarkan seminar dan konferensi pengembangan manajemen dengan menggunakan Web.
Lembaga Perguruan Tinggi Dan Pusat Pengembangan Dalam Perusahaan pusat pengembangan dalam perusahaan tidak perlu menghasilkan semua (atau sebagian besar) program pelatihan dan pengembangan. Sekarang semakin banyak pengusaha yang berkolaborasi dengan institusi akademis, penyedia program pelatihan dan penembangan, dan portal pendidikan berbasis Web untuk menciptakan paket-paket program dan bahan yang tepat untuk kebutuhan para karyawannya.
Manajer, seperti karyawan lainnya juga harus dilatih. Sebagian besar metode bisa diterapka pada mereka. Namun pelatihan bagi manajer seringkali berbeda, karena cenderung lebih berorientasi ke masa depan. Juga cenderung lebih rumit, seperti tindakan pesaing, tuntutan serikat pekerja, nilai tukar mata uang asing.
Pengertian Pengembangan Manajemen
Pengertian Pengembangan manajemenn menurut gery dessler (2003:236) adalah usaha untuk meningkatkan prestasi manajemen dengan menanamkan pengetahuan, perubahan perilaku, atau peningkatan keterampilan. Tentu saja sasaran akhirnya adalah untuk menguatkan prestasi perusahaan itu dimasa depan. Proses pengembangan manajemen terdiri dari (1) menilai kebutuhan strategis perusahaan (misalnya, untuk mengisi lowongan eksekutif mendatang, atau untuk mendorong sifat kompetitif), (2) menilai prestasi manajer, dan kemudian (3) mengembangkan manajer (dan calon manajer).
Beberapa program pengembangan diterapkan pada seluruh perusahaan dan melibatkan semua atau sebagian besar manajer baru (atau calon manajer). Jadi, para MBA baru bisa bergabung dengan program pengembangan manajemen ford dan dirotasi melaluiberagam penugasan dan pengalaman pendidikan, dengan sassaran ganda untuk mengetahui potensi manajemen mereka dan memeberikan pengalaman yang luas (misalnya, dalam produksi dan keuangan). Kemudian perusahaan bisa memasukkancalon terbaik ke dalam “ jalur capat”, sebuah program pengembangan yang menyiapkan mereka dengan lebih cepat untuk masuk ke tingkat senior
Metode Baru Pengembangan Kepemimpinan
saat ini telah ada pilihan metode pengembanganmanajemen yang lebih relevan dan efektif secara organisasi daripada sebelumnya, hal ini muncul karena efek samping dari tekanan kompetitif global. Contohnya saat ini terdapat penekanan yang lebih besar dalam klarifikasi tujuan bisnis program pengembangandan hasil yang diinginkan, mengaitkan program ini dengan misi perusahaan, melibatkan kelompok manajemen puncak, lebih fokus pada kompetensi dan pengetahuan tertentu yang lebih kongkrit, dari pada sekedar perilaku, dan menambahkan metode pengembangan tradisional (seperti pengajaran, kelompok-kelompok diskusi, dan simulasi) dengan metode yang lebih realistis seperti proyek pembelajaran tindakan.
On The Job Training Manajerial
On the job training tidak hanya digunakan untuk karyawan non-manajerial. Metode pelatihan on the job training manajerial meliputi rotasi pekerjaan, pendekatan belajar sambi dibimbing, dan pembelajaran action learning (belajar beraksi).
Rotasi pekerjaan berarti memindahkan calon manajemen (management trainee) dari departemen yang satu ke departemen yang lainnya untuk memperluas pemahaman mereka terhadap semua departemen dan untuk menguji kemampuan mereka.
Ada beberapa cara untuk meningkatkan keberhasilan program rotasi. Program ini hars dibuat spesifik untuk kebutuhan, minat, dan kemampuan orang yang dilatih tersebut, dan bukan merupakan rangkaian standar yang dijalankan oleh semua orang yang dilatih. Kecepatan orang itu belajar menentukan lamanya wawktu orang itu tinggal dalam sebuah pekerjaan.
Pendekatan belajar sambil dibimbing disini orang yang dilatih bekerja secara langsung dengan seorang manajer senior atau dengan dengan orang yang dogantikannya. Orang yang akan digantikan ini bertanggung jawab untuk membimbing orang yang dilatih itu. Secara perlahan, sambil belajar manajer senior akan melepaskan tanggung jawabnya kepada calon penggantinya. Ccara ini memberikan kesempatan kepada orang yang dilatih untuk mempelajari pekerjaan itu.
Action learning program belajar beraksi memberikan kebebasan waktu kepada para menajer dan yang lainnya untuk bekerja penuh pakan bertemu secara periodikada proyek-proyek, menganalisis dan memecahkan permasalahan di departemen selain departemennya sendiri. Orang-orang yang dilatih akan bertemu secara periodik dalam kelompok empat atau lima orang untuk membahas temuan mereka. Beberapa orang yang dilatih bisa bekerja sama dalam satu kelompok proyek, atau membandingkan catatan dan mendiskusikan proyeknya masing-masing.
Pelatihan Di Luar Pekerjaan Dan Teknik Pengembangan
Juga terdapat banyak teknik pelatihan di luar pekerjaan untuk melatih dan mengembangkan manajer.
Metode Studi Kasus seperti yang telah diketahui banyak orang, metode studi kasus memberikan deskripsi tertulis kepada orang yang dilatih tentang masalah organisasi. Kemudia orang itu menganalisis kasus tersebut, memeriksa masalahnya, dan menyajikan temuan dan solusinya dalam sebuah diskusi dengan teman yang sedang dilatih.
Permaianan Manajemen dengan permainan manajemen bisa menjadi alat pengembangan yang baik. Belajar yang paling baik adalah dengan melibatkan diri, dan permaianan ini membutuhkan keterlibatan dari pesertanya. Pelatihan ini membantu orang yang dilatih untuk mengembangkan keterampilan dalam pemecahan masalah, seperti perhatian yang diberikan pada perencanaan melebihi daripada penyelesian masalah. Biasanya kelompok tersebut juga memilih sendiri anggotanya dan mengatur mereka sendiri. Jadi mereka dapat mengembangkan ketermapilan kepemimpinan dan memupuk kerja sama dan kerja kelompok.
Seminar Di Luar banyak perusahaan dan universitas yang menawarkan seminar dan konferensi pengembangan manajemen dengan menggunakan Web.
Lembaga Perguruan Tinggi Dan Pusat Pengembangan Dalam Perusahaan pusat pengembangan dalam perusahaan tidak perlu menghasilkan semua (atau sebagian besar) program pelatihan dan pengembangan. Sekarang semakin banyak pengusaha yang berkolaborasi dengan institusi akademis, penyedia program pelatihan dan penembangan, dan portal pendidikan berbasis Web untuk menciptakan paket-paket program dan bahan yang tepat untuk kebutuhan para karyawannya.
ANALISIS SWOT PT. BERLINA Tbk
ANALISIS SWOT
Kekuatan
• Lokasi PT. Berlina Tbk yang yang cukup strategis. Karena berada di kawasan industrisehingga transportasi untuk memenuhi bahan baku cukup lancar. Selain itu lokasi ini berdasarkan pertimbangan untuk menjamin eksistensi perusahaan yang ditinjau dari beberapa faktor yaitu faktor tenaga kerja, faktor transportasi, faktor lingkungan, faktor tenaga listrik, air, dan pengaruh sosial.
• Daerah pemasaran PT Berlina Tbk tidak terbatas pada pasar domestic tetapi juga pasar luar negeri karena target pasarnya adalah perusahaan multinasional dan perusahaan nasional.
• PT Berlina Tbk sangat memperhatikan kesejahteraan karyawan. Karena karyawan akan bekerja dengan baik dan akan mempengaruhi produktivitas apabila didukung oleh lingkungan kerja yang baik.
• Mesin dan peralatan yang tersertifikasi. Dimana sebagian besar merupakan buatan luar negeri dan secara umum kondisinya sangat baik karena kualitas dari setiap mesin melewati pemeriksaan (quality inspection) disetiap tahap mesin.
• Laporan Produksi Harian yang Online (Online Daily Production Report-DPR) dan Proses Efisiensi: mesin, bahan baku, produk Blow Moulding dan Proses Mould Maker yang terkomputerisasi. Sistem piranti lunak untuk Akuntansi dan Pabrikasi yang terintegrasi untuk mengoptimalisasi proses usaha dari bagian pembelian dan penjualan ke bagian produksi dan keuangan akuntansi.
Kelemahan
• Dalam proses produksi di PT Berlina Tbk masih mendatangkan sebagian besar bahan baku dari luar negeri.
• Harga yang diberikan PT Berlina Tbk terhadap harga produknya masih tergantung dari kebijakan perusahaan.
• Kebijakan rekrutmen hanya menggunakan sistem merit. Dimana sistem ini mendasarkan pada kehlian dari calon rekrutmen.
• PT Berlina Tbk hanya melakukan penjualan produk berdasarkan pesanan dari pihak customers.
Kesempatan
• Peningkatan pertumbuhan penduduk dari tahun ke tahun selalu diikuti dengan meningkatnya permintaan akan sebuah produk barang mapun jasa tanpa terkecuali plastik.
• Perkembangan teknologi. Perkembangan dunia teknologi informasi telah menjadikan suatu bentuk daya saing pasar ekonomi.
• Meningkatnya kebutuhan alat-alat rumah tangga yang semakin meningkat akibat perkembangan ekonomi sehingga perusahaan perlu meningkatkan jumlah produksi akan plastik.
Ancaman
• Kondisi politik dalam beberapa tahun terakhir sangat mempengaruhi para investor untuk menanamkan modalnya.
• Kebijakan pemerintah yang telah dikeluarkan sanagt besar pengaruhnya bagi dunia usaha.
• Terdapat banyak pesaing. PT Berlina Tbk memiliki pesaing pada usaha bisnis yang sama.
Strategi SO :
Menggunakan mesin-mesin berteknologi tinggi.
Meningkatkan quota produksi secara bertahap untuk memenuhi permintaan pasar.
Strategi WO :
Melakukan inovasi produk
Mencari bahan baku dari dalam negeri yang lebih murah dan berkualitas.
Strategi ST :
Mengutamakan pelayanan dan kepuasan para pelanggan
Strategi WT :
bekerja sama dengan perusahaan multinasional dan perusahaan nasional sebagai customer tetap
2. Strategi yang direkomendasikan
2.1 Strategi alternatif
Membangun mitra bisnis dengan perusahaan multinasional.
Melakukan Kemajuan di bidang teknologi agar menjadi semakin lebih efektif dan efisien dalam proses proses produksi..
Memilih lokasi perusahaan yang strategis.
Menggunakan sistem yang terkomputerisasi dalam kegiatan produksi.
Melakukan inovasi produk-produk baru
2.2 Rekomendasi strategi
Lokasi PT Berlina Tbk sukup strategis karena berada di daerah industri sehingga transportasi untuk memnuhi bahan baku cukup lancar. Selain itu lokasi ini dipilih berdasarkan beberapa pertimbangan untuk menjamin eksistensi perusahaan. Hal ini dapat ditinjau dari bebrapa faktor antara lain:
Faktor tenaga kerja, faktor transportasi, faktor lingkungan, faktor tenaga listrik, faktor air, dan pengaruh sosial.
Kekuatan
• Lokasi PT. Berlina Tbk yang yang cukup strategis. Karena berada di kawasan industrisehingga transportasi untuk memenuhi bahan baku cukup lancar. Selain itu lokasi ini berdasarkan pertimbangan untuk menjamin eksistensi perusahaan yang ditinjau dari beberapa faktor yaitu faktor tenaga kerja, faktor transportasi, faktor lingkungan, faktor tenaga listrik, air, dan pengaruh sosial.
• Daerah pemasaran PT Berlina Tbk tidak terbatas pada pasar domestic tetapi juga pasar luar negeri karena target pasarnya adalah perusahaan multinasional dan perusahaan nasional.
• PT Berlina Tbk sangat memperhatikan kesejahteraan karyawan. Karena karyawan akan bekerja dengan baik dan akan mempengaruhi produktivitas apabila didukung oleh lingkungan kerja yang baik.
• Mesin dan peralatan yang tersertifikasi. Dimana sebagian besar merupakan buatan luar negeri dan secara umum kondisinya sangat baik karena kualitas dari setiap mesin melewati pemeriksaan (quality inspection) disetiap tahap mesin.
• Laporan Produksi Harian yang Online (Online Daily Production Report-DPR) dan Proses Efisiensi: mesin, bahan baku, produk Blow Moulding dan Proses Mould Maker yang terkomputerisasi. Sistem piranti lunak untuk Akuntansi dan Pabrikasi yang terintegrasi untuk mengoptimalisasi proses usaha dari bagian pembelian dan penjualan ke bagian produksi dan keuangan akuntansi.
Kelemahan
• Dalam proses produksi di PT Berlina Tbk masih mendatangkan sebagian besar bahan baku dari luar negeri.
• Harga yang diberikan PT Berlina Tbk terhadap harga produknya masih tergantung dari kebijakan perusahaan.
• Kebijakan rekrutmen hanya menggunakan sistem merit. Dimana sistem ini mendasarkan pada kehlian dari calon rekrutmen.
• PT Berlina Tbk hanya melakukan penjualan produk berdasarkan pesanan dari pihak customers.
Kesempatan
• Peningkatan pertumbuhan penduduk dari tahun ke tahun selalu diikuti dengan meningkatnya permintaan akan sebuah produk barang mapun jasa tanpa terkecuali plastik.
• Perkembangan teknologi. Perkembangan dunia teknologi informasi telah menjadikan suatu bentuk daya saing pasar ekonomi.
• Meningkatnya kebutuhan alat-alat rumah tangga yang semakin meningkat akibat perkembangan ekonomi sehingga perusahaan perlu meningkatkan jumlah produksi akan plastik.
Ancaman
• Kondisi politik dalam beberapa tahun terakhir sangat mempengaruhi para investor untuk menanamkan modalnya.
• Kebijakan pemerintah yang telah dikeluarkan sanagt besar pengaruhnya bagi dunia usaha.
• Terdapat banyak pesaing. PT Berlina Tbk memiliki pesaing pada usaha bisnis yang sama.
Strategi SO :
Menggunakan mesin-mesin berteknologi tinggi.
Meningkatkan quota produksi secara bertahap untuk memenuhi permintaan pasar.
Strategi WO :
Melakukan inovasi produk
Mencari bahan baku dari dalam negeri yang lebih murah dan berkualitas.
Strategi ST :
Mengutamakan pelayanan dan kepuasan para pelanggan
Strategi WT :
bekerja sama dengan perusahaan multinasional dan perusahaan nasional sebagai customer tetap
2. Strategi yang direkomendasikan
2.1 Strategi alternatif
Membangun mitra bisnis dengan perusahaan multinasional.
Melakukan Kemajuan di bidang teknologi agar menjadi semakin lebih efektif dan efisien dalam proses proses produksi..
Memilih lokasi perusahaan yang strategis.
Menggunakan sistem yang terkomputerisasi dalam kegiatan produksi.
Melakukan inovasi produk-produk baru
2.2 Rekomendasi strategi
Lokasi PT Berlina Tbk sukup strategis karena berada di daerah industri sehingga transportasi untuk memnuhi bahan baku cukup lancar. Selain itu lokasi ini dipilih berdasarkan beberapa pertimbangan untuk menjamin eksistensi perusahaan. Hal ini dapat ditinjau dari bebrapa faktor antara lain:
Faktor tenaga kerja, faktor transportasi, faktor lingkungan, faktor tenaga listrik, faktor air, dan pengaruh sosial.
ANALISIS SWOT PT. TIRTA INVESTAMA (AQUA)
ANALISIS SWOT
Kekuatan
• Kualitas sumber mata air selalu terjaga. Lokasi mata air AQUA senantiasa berada jauh dari pemukiman penduduk. Faktor ini penting dilakukan demi mencegah rembesan limbah pemukiman di sekitar sumber mata air. Kemurnian sumber air AQUA, dijaga dan dilindungi untuk mencegah rembesan air tanah atau air hujan.
• AQUA dapat kokoh berdiri karena budaya perusahaan adalah bersikap toleran, tidak memaksakan kehendak pusat, berbagi kekuasaan dengan eselon bawah dan mempraktikkan desentralisasi.
• Kesuksesan AQUA sangat ditunjang oleh para karyawannya yang mempunyai loyalitas dan dedikasi tinggi serta berpengetahuan luas dan mendalam, baik di bidang masing-masing maupun secara umum.
• Menjadi pelopor kemasan gelas plastik (cup) di dunia sehingga kini menjadi standar industri. AQUA pula yang mempelopori peralihan dari PVC ke PET. Dan AQUA pula yang mempelopori konsep fully integrated manufacturing yang memungkinkan produksi terpadu air minum dan botol kemasannya mulai dari tingkat biji plastik.
• Melakukan aliansi dengan Group DANONE yang merupakan salah satu kelompok perusahaan air minum dalam kemasan terbesar di dunia dan ahli dalam nutrisi. Hal ini berdampak pada peningkatan kualitas produk, market share, dan penerapan teknologi pengemasan air terkini..
Kelemahan
• Adanya produk palsu di pasaran yang menggunakan label AQUA. Oleh karna itu AQUA berkomitmen untuk meminimalkan pemalsuan produknya dengan melakukan pengecekan pasar secara rutin, untuk memastikan bahwa produk yang beredar adalah benar-benar produk AQUA yang memenuhi standar kualitas yang sudah ditentukan.
• Harga produk AQUA sangat ditentukan oleh kebijakan harga yang digunakan oleh perusahaan AQUA yaitu kebijakan harga wholesaler. Antara lain yaitu geographical price quotation dan price adjusted to buyers position.
• Saluran ditribusi terlalu panjang. Dimana hasil produksi dari AQUA kemudian disalurkan ke distributor-distributor, kemudian aqua disalurkan ke retailer dan pada akhirnya sampai ke tangan konsumen.
• Perusahaan AQUA dalam penarikan karyawan masih menggunakan spoil system karena perusahaan pada awal berdiri merupakan perusahaan keluarga. Meskipun kini sudah menggunakan merit system dalam memberikan kesempatan kerja di lingkungan AQUA.
Kesempatan
• Dengan meningkatnya pertumbuhan penduduk, diharapkan permintaan konsumen akan produk yang dihasilkan oleh perusahaan dapat meningkat. Sehingga perusahaan dapat meningkatkan produksi penjualannya.
• Perkembangan teknologi yang sangat cepat mendorong kemajuan dunia bisnis. Perusahaan yang mempunyai keunggulan dalam hal teknologi tentunya dapat menunjang keadaan produksi yang dihasilkan, mulai dari efektifitas dan efisiensi proses produksi yang dapat dihasilkan.
• Hasil produksi AQUA ditujukan untuk semua kalangan. Mulai dari anak-anak, dewasa, hingga golongan tua. Hal ni dapat dikatakan karena air dibutuhkan oleh semua manusia.
• AQUA memiliki penelitian yang aktif dan usaha pengembangan yang mencari bahan-bahan pengemasan dan cara-cara yang baru untuk menarik konsumen.
• AQUA menggunakan seluruh media untuk promosi iklannya. Seperti product knowledge melalui brosur sederhana. Dan pada even-even olahraga, bus, taxi, dan kendaraan umum lainnya, TV, radio, koran, dam majalah
Ancaman
• Di indonesia, situasi politik setiap tahunnya cukup dapat dikontrol oleh pemerintah, walaupun keadaan politik yang ada tidak begitu stabil. Kondisi politik yang terjadi akan mempengaruhi aktivitas perusahaan.
• Saat ini kondisi perekonomian indonesia masih belum stabil. Hal ini dikarenakan karena laju inflasi yang cukup tinggi dan berfluktuasi.
• AQUA memiliki banyak pesaing. Bahwa saat ini ada begitu banyak perusahaan sejenis yang memproduksi air minum dalam kemasan (AMDK) dengan harga dan kualitas yang dihasilkan bervariasi. Dengan keadaan ini, perusahaan dituntut untuk dapat terus memiliki keunggulan bersaing, sehingga perusahaan akan tetap hidup dan bersaing secara sehat.
• dalam pengolahan sumber air oleh AQUA sangat dipengaruhi oleh kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan pemerintah. Hal ini sangat berpengaruh bagi dunia usaha seperti yang dilakukan oleh AQUA. Air adalah salah satu sumber daya alam yang dalam pengolahannya mendapatkan ikut campur tangan pemerintah. Oelh karena itu, kapasitas produksi per detik yang dilakukan oleh kegiatan produksi AMDK harus dalam pengawasan pemerintah. Perusahaan AMDK tidak boleh mengeksploitasi air sesuka hatinya.
Strategi SO :
Meningkatkan kualitas sumber mata air dengan menggunakan teknologi yang tepat.
Dengan karyawan yang loyal dan berdedikasi tinggi akan dapat membantu dalam meningkatkan kemampuan produksi dan memenuhi pemintaan konsumen.
Bergabung dengan group DANONE untuk penerapan teknologi pengemasan air terkini.
Melakukan penelitian secara aktif untuk menemukan formula dan teknik baru agar selalu menjadi pelopor AMDK
Strategi WO :
Dengan meningkatnya jumlah permintaan akibat pertumbuhan jumlah penduduk harus diantisipasi dengan pemenuhan kuota produksi agar tidak timbul produk palsu.
Hasi produksi dari AQUA harus menggunakan teknologi yang tepat untuk menentukan kebijakan harga.
Menggunakan media promosi untuk meningkatkan brand image dari AQUA untuk menigkatkan daya jual.
Strategi ST :
Dengan budaya perusahaan AQUA yang kokoh akan dapat mengunguli para pesaing.
Bergabung dengan DANONE membuat AQUA menjadi perusahaan yang lebih maju dan kuat.
Mempertahankan budaya perusahaan agar tidak terpengaruhi oleh situasi poitik.
Strategi WT :
Membuat saluran distribusi menjadi lebih efisien agar harga lebih mudah bersaing.
Menghilangkan kebijakan harga wholesaler untuk meningkatkan penjualan di saat ekonomi belum stabil.
Harus merubah system penarikan karyawan dan mengganti kebijakan-kebijakan yang dapat menghambat perusahaan
2. Strategi yang direkomendasikan
2.1 Strategi alternatif
Menjaga sumber air dari kontaminasi bakteri dan virus.
Melakukan Kemajuan di bidang teknologi agar menjadi semakin lebih efektif dan efisien dalam proses proses produksi..
Melakukan program pembinaan yang teratur mengarahkan seluruh jajaran karyawannya untu meningkatkan pengetahuan, kemampuan, keterampilan, dan disiplin kerja yang tinggi untuk mendayagunakan kemampuan karyawan.
2.2 Rekomendasi strategi
Sistem produksi untuk produk AQUA diproses dengan teknologi tinggi dan penuh kontrol kualitas di setiap titiknya. Ruang produksi dan mesin-mesin senantiasa disanitasi secara rutin. AQUA menjadi pabrik air mineral pertama yang menerapkan sistem produksi in line, in line system adalah sebuah sistem produksi yang berkesinambungan tanpa proses terputus mulai dari pemprosesan air hingga pemasangan tutup dan segel dengan seminimal mungkin sentuhan tangan manusia. Dengan kata lain, hasil sistem in line ini adalah botol Aqua yang baru dibuat dapat segera diisi air bersih di ujung proses produksi. Selain itu, tersedia laboratorium dengan peralatan terbaru di setiap pabrik yang akan mengkontrol kualitas produk yang dihasilkan. Dengan adanya pemprosesan yang berteknologi tinggi dan laboratorium dengan peralatan lengkap, air terbebas dari bakteri patogen penyebab penyakit.
Kekuatan
• Kualitas sumber mata air selalu terjaga. Lokasi mata air AQUA senantiasa berada jauh dari pemukiman penduduk. Faktor ini penting dilakukan demi mencegah rembesan limbah pemukiman di sekitar sumber mata air. Kemurnian sumber air AQUA, dijaga dan dilindungi untuk mencegah rembesan air tanah atau air hujan.
• AQUA dapat kokoh berdiri karena budaya perusahaan adalah bersikap toleran, tidak memaksakan kehendak pusat, berbagi kekuasaan dengan eselon bawah dan mempraktikkan desentralisasi.
• Kesuksesan AQUA sangat ditunjang oleh para karyawannya yang mempunyai loyalitas dan dedikasi tinggi serta berpengetahuan luas dan mendalam, baik di bidang masing-masing maupun secara umum.
• Menjadi pelopor kemasan gelas plastik (cup) di dunia sehingga kini menjadi standar industri. AQUA pula yang mempelopori peralihan dari PVC ke PET. Dan AQUA pula yang mempelopori konsep fully integrated manufacturing yang memungkinkan produksi terpadu air minum dan botol kemasannya mulai dari tingkat biji plastik.
• Melakukan aliansi dengan Group DANONE yang merupakan salah satu kelompok perusahaan air minum dalam kemasan terbesar di dunia dan ahli dalam nutrisi. Hal ini berdampak pada peningkatan kualitas produk, market share, dan penerapan teknologi pengemasan air terkini..
Kelemahan
• Adanya produk palsu di pasaran yang menggunakan label AQUA. Oleh karna itu AQUA berkomitmen untuk meminimalkan pemalsuan produknya dengan melakukan pengecekan pasar secara rutin, untuk memastikan bahwa produk yang beredar adalah benar-benar produk AQUA yang memenuhi standar kualitas yang sudah ditentukan.
• Harga produk AQUA sangat ditentukan oleh kebijakan harga yang digunakan oleh perusahaan AQUA yaitu kebijakan harga wholesaler. Antara lain yaitu geographical price quotation dan price adjusted to buyers position.
• Saluran ditribusi terlalu panjang. Dimana hasil produksi dari AQUA kemudian disalurkan ke distributor-distributor, kemudian aqua disalurkan ke retailer dan pada akhirnya sampai ke tangan konsumen.
• Perusahaan AQUA dalam penarikan karyawan masih menggunakan spoil system karena perusahaan pada awal berdiri merupakan perusahaan keluarga. Meskipun kini sudah menggunakan merit system dalam memberikan kesempatan kerja di lingkungan AQUA.
Kesempatan
• Dengan meningkatnya pertumbuhan penduduk, diharapkan permintaan konsumen akan produk yang dihasilkan oleh perusahaan dapat meningkat. Sehingga perusahaan dapat meningkatkan produksi penjualannya.
• Perkembangan teknologi yang sangat cepat mendorong kemajuan dunia bisnis. Perusahaan yang mempunyai keunggulan dalam hal teknologi tentunya dapat menunjang keadaan produksi yang dihasilkan, mulai dari efektifitas dan efisiensi proses produksi yang dapat dihasilkan.
• Hasil produksi AQUA ditujukan untuk semua kalangan. Mulai dari anak-anak, dewasa, hingga golongan tua. Hal ni dapat dikatakan karena air dibutuhkan oleh semua manusia.
• AQUA memiliki penelitian yang aktif dan usaha pengembangan yang mencari bahan-bahan pengemasan dan cara-cara yang baru untuk menarik konsumen.
• AQUA menggunakan seluruh media untuk promosi iklannya. Seperti product knowledge melalui brosur sederhana. Dan pada even-even olahraga, bus, taxi, dan kendaraan umum lainnya, TV, radio, koran, dam majalah
Ancaman
• Di indonesia, situasi politik setiap tahunnya cukup dapat dikontrol oleh pemerintah, walaupun keadaan politik yang ada tidak begitu stabil. Kondisi politik yang terjadi akan mempengaruhi aktivitas perusahaan.
• Saat ini kondisi perekonomian indonesia masih belum stabil. Hal ini dikarenakan karena laju inflasi yang cukup tinggi dan berfluktuasi.
• AQUA memiliki banyak pesaing. Bahwa saat ini ada begitu banyak perusahaan sejenis yang memproduksi air minum dalam kemasan (AMDK) dengan harga dan kualitas yang dihasilkan bervariasi. Dengan keadaan ini, perusahaan dituntut untuk dapat terus memiliki keunggulan bersaing, sehingga perusahaan akan tetap hidup dan bersaing secara sehat.
• dalam pengolahan sumber air oleh AQUA sangat dipengaruhi oleh kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan pemerintah. Hal ini sangat berpengaruh bagi dunia usaha seperti yang dilakukan oleh AQUA. Air adalah salah satu sumber daya alam yang dalam pengolahannya mendapatkan ikut campur tangan pemerintah. Oelh karena itu, kapasitas produksi per detik yang dilakukan oleh kegiatan produksi AMDK harus dalam pengawasan pemerintah. Perusahaan AMDK tidak boleh mengeksploitasi air sesuka hatinya.
Strategi SO :
Meningkatkan kualitas sumber mata air dengan menggunakan teknologi yang tepat.
Dengan karyawan yang loyal dan berdedikasi tinggi akan dapat membantu dalam meningkatkan kemampuan produksi dan memenuhi pemintaan konsumen.
Bergabung dengan group DANONE untuk penerapan teknologi pengemasan air terkini.
Melakukan penelitian secara aktif untuk menemukan formula dan teknik baru agar selalu menjadi pelopor AMDK
Strategi WO :
Dengan meningkatnya jumlah permintaan akibat pertumbuhan jumlah penduduk harus diantisipasi dengan pemenuhan kuota produksi agar tidak timbul produk palsu.
Hasi produksi dari AQUA harus menggunakan teknologi yang tepat untuk menentukan kebijakan harga.
Menggunakan media promosi untuk meningkatkan brand image dari AQUA untuk menigkatkan daya jual.
Strategi ST :
Dengan budaya perusahaan AQUA yang kokoh akan dapat mengunguli para pesaing.
Bergabung dengan DANONE membuat AQUA menjadi perusahaan yang lebih maju dan kuat.
Mempertahankan budaya perusahaan agar tidak terpengaruhi oleh situasi poitik.
Strategi WT :
Membuat saluran distribusi menjadi lebih efisien agar harga lebih mudah bersaing.
Menghilangkan kebijakan harga wholesaler untuk meningkatkan penjualan di saat ekonomi belum stabil.
Harus merubah system penarikan karyawan dan mengganti kebijakan-kebijakan yang dapat menghambat perusahaan
2. Strategi yang direkomendasikan
2.1 Strategi alternatif
Menjaga sumber air dari kontaminasi bakteri dan virus.
Melakukan Kemajuan di bidang teknologi agar menjadi semakin lebih efektif dan efisien dalam proses proses produksi..
Melakukan program pembinaan yang teratur mengarahkan seluruh jajaran karyawannya untu meningkatkan pengetahuan, kemampuan, keterampilan, dan disiplin kerja yang tinggi untuk mendayagunakan kemampuan karyawan.
2.2 Rekomendasi strategi
Sistem produksi untuk produk AQUA diproses dengan teknologi tinggi dan penuh kontrol kualitas di setiap titiknya. Ruang produksi dan mesin-mesin senantiasa disanitasi secara rutin. AQUA menjadi pabrik air mineral pertama yang menerapkan sistem produksi in line, in line system adalah sebuah sistem produksi yang berkesinambungan tanpa proses terputus mulai dari pemprosesan air hingga pemasangan tutup dan segel dengan seminimal mungkin sentuhan tangan manusia. Dengan kata lain, hasil sistem in line ini adalah botol Aqua yang baru dibuat dapat segera diisi air bersih di ujung proses produksi. Selain itu, tersedia laboratorium dengan peralatan terbaru di setiap pabrik yang akan mengkontrol kualitas produk yang dihasilkan. Dengan adanya pemprosesan yang berteknologi tinggi dan laboratorium dengan peralatan lengkap, air terbebas dari bakteri patogen penyebab penyakit.
ANALISIS SWOT PG. REJO AGUNG BARU
ANALISIS SWOT
Kekuatan
• PG. Rejo Agung Baru memiliki lokasi yang cukup strategis. Pemilihan lokasi yang strategis bagi suatu organisasi atau badan usaha merupakan suatu hal yang sangat penting, karena ketidaktepatan dalam pemilhan lokasi akan menimbulkan perbedaan dalam mencapai tujuan organisasi yang akan mempengaruhi efisien tidaknya jalan operasi. Pemilihan lokasi berdasarkan pada faktor yaitu dekat dengan bahan baku, transportasi yang cukup lancar, penyediaan tenaga kerja, dan tanah atau iklim yang baik.
• PG. Rejo Agung Baru telah dapat mencapai tujuan yang tepat dalam mengkualifikasikan karyawan berdasarkan tingkat pendidikan terhadap posisi di dalam perusahaan dimana seleksi yang telah dilaksanakan yaitu orang tepat pada tempatnya.
• Kemajuan di bidang teknologi. Dengan kemajuan teknologi yang cukup pesat seperti sekarang ini dapat membawa dampak positif dalam proses produksi sehingga menjadi semakin lebih efektif dan efisien. Semakin efektif dan efisiennya proses produksi maka output yang dihasilkan oleh perusahaan akan semakin besar dengan waktu yang relatif singkat sehingga berpengaruh terhadap profit yang diperoleh perusahaan.
• Kapaasitas produksi 5.500 TCD (ton cane day/ton tebu per hari). Kapasitas produksi yang sangat besar dibandingkan pabrik gula lain di wilayah madiun maupun di wilayah jawa timur.
Kelemahan
• Persaingan dalam perolehan bahan baku tebu di wilayah madiun dan sekitarnya sangatlah ketatoleh karena keresidenan madiun ada 6 pabrik gula yaitu PG. Pagotan, PG. Kanigoro, PG. Rejosari, PG. Poerwodadi, PG. Sudono, PG. Rejo Agung Baru sehingga untuk mendapatkan pasokan tebu perusahaan mendatangkan pasokan tebu dari luar wilayah yaitu Malang, Blitar, Kertosono, Jombang, Dan Sragen. Dengan mendatangkan pasokan tebu dari luar madiun akan menyebabkan biaya transportasi menjadi semakin besar.
• Harga jual hasil produksi gula sangat ditentukan oleh harga pasar sehingga perusahaan tidak dapat menentukan harga jualnya. Dalam hal ini solusi yang dapat dilakukan adalah dengan menekan harga pokok psoduksi dengan efisiensi biaya dan peningkatan produktifitas gula maupun tebu.
• Pemasaran produk PT. PG Rejo Agung Baru Madiun diambil alih oleh PT. Rajawali Nusindo yang berkedudukan di surabaya. Sedangkan PT. PG Rejo Agung Baru hanya memproduksi saja tanpa mengetahui dimana saja gula yang dihasilkan tersebut dipasarkan.
Kesempatan
• Dengan jumlah penduduk negara indonesia yang cukup besar merupakan peluang dimasa yang akan datang. Semakin banyak penduduk yang dimiliki oleh suatu negara maka akan membuka peluang bagi pemasaran produk suatu perusahaan yang lebih luas. Dengan meningkatnya jumlah penduduk diharapkan pemintaan konsumen atas produk yang dihasilkan oleh perusahaan akan meningkat sehingga ini merupakan peluang bagi PG. Rejo Agung Baru untuk lebih dapat meningkatkan produksi gula putih.
• PT. PG Rejo Agung Baru Madiun untuk meningkatkan kinerja karyawannya mengadakan program pendidikan dan latihan bagi karyawan berdasarkan pada lamanya karyawan tersebut bekerja di perusahaan. Untuk meningkatkan kulaitas SDM dalam suatu perusahaan maka diperlukan adanya program pengembangan sumber daya manusia yang dimiliki oleh perusahaan yaitu karyawan. Pengembangan karyawan bertujuan untuk meningkatkan kualitas kerja atau kinerja karyawan demi upaya pencapaian tuuan perusahaan.
• Produk gula PG. Rejo Agung Baru dapat dijangkau oleh semua kalangan baik dari kalangan atas, menengah, dan bawah. Konsumen PG. Rejo Agung Baru meliputi pulau jawa khususnya jawa timur.
Ancaman
• Situasi politik dalam suatu negara merupakan faktor penentu kelangsungan hidup suatu perusahaan. Dengan situasi politik yang baik maka akan mendukung kelancaran proses produksi suatu perusahaan. Perubahan situasi politik setiap tahunnya sedikit banyak akan mempengaruhi aktivitas perusahaan.
• Kondisi ekonomi yang sulit akan mempengaruhi kenaikan harga suatu barang terutama bahan baku dan peningkatan biaya operasional perusahaan. Dengan adanya kenaikan harga barang-barang maka akan mendorong terjadinya inflasi yang pada akhirnya berpengaruh terhadap daya beli masyarakat. Semakin lemah daya beli masyarakat maka akan membawa dampak negatif yaitu adanya pengurangan jumlah produksi suatu barang dan berakibat pada pengurangan karyawan.
• Perusahaan memiliki banyak pesaing. Persaingan yang dirasakan dominan oleh perusahaan ini adalah harga dan kualitas produk. Hal ini akan sangat merugikan perusahaan, apalagi pesaing tersebut memiliki kualitas dan ragam yang lebih bagusdan lebih banyak dari yang diproduksi perusahaan.
• Dalam menjalankan proses produksi PG. Rejo Agung Baru sangat dipengaruhi oleh adanya kebijakan peraturan pemerintah. Peran pemerintah melalui berbagai bentuk kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan sangat besar pengaruhnya terhadap kelangsungan dunia usaha seperti halnya usaha PG. Rejo Agung Baru.
Strategi SO :
Dengan hasil produksi yang besar tetap akan dapat diserap karena jumlah penduduk yang besar.
Melakukan program pelatihan bagi karyawan sesuai posisi/jabatannya.
Kemajuan teknologi pengolahan tebu dapat memperbaiki kualitas gula dan semakin diterima semua kalangan.
Strategi WO :
menekan harga pokok produksi dengan efisiensi biaya dan peningkatan produktifitas gula maupun tebu.
Mengkontrol pasokan hasil produksi yang dipasarkan untuk menjaga harga gula di kalangan konsumen.
Strategi ST :
mengkualifikasikan karyawan sesuai pendidikan dapat meningkatkan kinerja perusahaa
Kondisi ekonomi yang sulit dapat diatasi dengan penggunaan teknologi yang dapat mengefisiensi dan menghasilkan profit.
Mengurangi kapasitas produksi disaat kondisi ekonomi sedang sulit
Strategi WT :
Memberikan randemen yang menarik dan pelayanan yang sangant cepat, ramah, dan menyenangkan dalam mengatasi para pesaing.
Memasarkan hasil produksi di saat kondisi ekonomi sedang bagus.
Tetap melaksanakan kebijakan pemerintah yang menharuskan PG fokus memproduksi gula
1. Strategi yang direkomendasikan
1.1 Strategi alternatif
Pemilihan lokasi yang strategis bagi suatu organisasi atau badan usaha.
Melakukan Kemajuan di bidang teknologi agar menjadi semakin lebih efektif dan efisien.
Melakukan program pengembangan dan pelatihan untuk meningkatkan kinerja karyawan
Penggunaan sistem komputerisasi dalam mengolah dan menyimpan data keuangan dan yang bersifat operasional.
1.2 Rekomendasi strategi
PG. Rejo Agung Baru memiliki lokasi yang cukup strategis. Pemilihan lokasi yang strategis bagi suatu organisasi atau badan usaha merupakan suatu hal yang sangat penting, karena ketidaktepatan dalam pemilhan lokasi akan menimbulkan perbedaan dalam mencapai tujuan organisasi yang akan mempengaruhi efisien tidaknya jalan operasi.
Pemilihan lokasi berdasarkan pada faktor yaitu
dekat dengan bahan baku
untuk pemenuhan bahan baku, lokasi pabrik sangat strategis karena lokasi pabrik dekat dengan lahan pertanian tebu. Perusahaan dalam memnuhi kebutuhan bahan baku disamping menanam sendiri juga membeli tebu dari petani sekitarnya.
transportasi yang cukup lancar
karena lokasi pabrik dekat dengan jalan raya maka transportasi mudah dan lancar baik untuk pengangkutan bahan baku (tebu) dari sawah ke perusahaan maupun pengangkutan hasil produksi (gula) ke tempat pemasaran.
penyediaan tenaga kerja, dan
karena perusahaan letaknya berdekatan dengan pedesaan maka untuk memnuhi kebutuhan akan tenaga kerja perusahaan tidak mengalami kesulitan.
tanah atau iklim yang baik.
Lokasi PG. Rejo Agung Baru memiliki iklim yang baik untuk penanaman tebu. Sehingga perusahaan tidak mengalami kesulitan dalam menanam tebu karena didukung oleh iklim yang baik pula.
Kekuatan
• PG. Rejo Agung Baru memiliki lokasi yang cukup strategis. Pemilihan lokasi yang strategis bagi suatu organisasi atau badan usaha merupakan suatu hal yang sangat penting, karena ketidaktepatan dalam pemilhan lokasi akan menimbulkan perbedaan dalam mencapai tujuan organisasi yang akan mempengaruhi efisien tidaknya jalan operasi. Pemilihan lokasi berdasarkan pada faktor yaitu dekat dengan bahan baku, transportasi yang cukup lancar, penyediaan tenaga kerja, dan tanah atau iklim yang baik.
• PG. Rejo Agung Baru telah dapat mencapai tujuan yang tepat dalam mengkualifikasikan karyawan berdasarkan tingkat pendidikan terhadap posisi di dalam perusahaan dimana seleksi yang telah dilaksanakan yaitu orang tepat pada tempatnya.
• Kemajuan di bidang teknologi. Dengan kemajuan teknologi yang cukup pesat seperti sekarang ini dapat membawa dampak positif dalam proses produksi sehingga menjadi semakin lebih efektif dan efisien. Semakin efektif dan efisiennya proses produksi maka output yang dihasilkan oleh perusahaan akan semakin besar dengan waktu yang relatif singkat sehingga berpengaruh terhadap profit yang diperoleh perusahaan.
• Kapaasitas produksi 5.500 TCD (ton cane day/ton tebu per hari). Kapasitas produksi yang sangat besar dibandingkan pabrik gula lain di wilayah madiun maupun di wilayah jawa timur.
Kelemahan
• Persaingan dalam perolehan bahan baku tebu di wilayah madiun dan sekitarnya sangatlah ketatoleh karena keresidenan madiun ada 6 pabrik gula yaitu PG. Pagotan, PG. Kanigoro, PG. Rejosari, PG. Poerwodadi, PG. Sudono, PG. Rejo Agung Baru sehingga untuk mendapatkan pasokan tebu perusahaan mendatangkan pasokan tebu dari luar wilayah yaitu Malang, Blitar, Kertosono, Jombang, Dan Sragen. Dengan mendatangkan pasokan tebu dari luar madiun akan menyebabkan biaya transportasi menjadi semakin besar.
• Harga jual hasil produksi gula sangat ditentukan oleh harga pasar sehingga perusahaan tidak dapat menentukan harga jualnya. Dalam hal ini solusi yang dapat dilakukan adalah dengan menekan harga pokok psoduksi dengan efisiensi biaya dan peningkatan produktifitas gula maupun tebu.
• Pemasaran produk PT. PG Rejo Agung Baru Madiun diambil alih oleh PT. Rajawali Nusindo yang berkedudukan di surabaya. Sedangkan PT. PG Rejo Agung Baru hanya memproduksi saja tanpa mengetahui dimana saja gula yang dihasilkan tersebut dipasarkan.
Kesempatan
• Dengan jumlah penduduk negara indonesia yang cukup besar merupakan peluang dimasa yang akan datang. Semakin banyak penduduk yang dimiliki oleh suatu negara maka akan membuka peluang bagi pemasaran produk suatu perusahaan yang lebih luas. Dengan meningkatnya jumlah penduduk diharapkan pemintaan konsumen atas produk yang dihasilkan oleh perusahaan akan meningkat sehingga ini merupakan peluang bagi PG. Rejo Agung Baru untuk lebih dapat meningkatkan produksi gula putih.
• PT. PG Rejo Agung Baru Madiun untuk meningkatkan kinerja karyawannya mengadakan program pendidikan dan latihan bagi karyawan berdasarkan pada lamanya karyawan tersebut bekerja di perusahaan. Untuk meningkatkan kulaitas SDM dalam suatu perusahaan maka diperlukan adanya program pengembangan sumber daya manusia yang dimiliki oleh perusahaan yaitu karyawan. Pengembangan karyawan bertujuan untuk meningkatkan kualitas kerja atau kinerja karyawan demi upaya pencapaian tuuan perusahaan.
• Produk gula PG. Rejo Agung Baru dapat dijangkau oleh semua kalangan baik dari kalangan atas, menengah, dan bawah. Konsumen PG. Rejo Agung Baru meliputi pulau jawa khususnya jawa timur.
Ancaman
• Situasi politik dalam suatu negara merupakan faktor penentu kelangsungan hidup suatu perusahaan. Dengan situasi politik yang baik maka akan mendukung kelancaran proses produksi suatu perusahaan. Perubahan situasi politik setiap tahunnya sedikit banyak akan mempengaruhi aktivitas perusahaan.
• Kondisi ekonomi yang sulit akan mempengaruhi kenaikan harga suatu barang terutama bahan baku dan peningkatan biaya operasional perusahaan. Dengan adanya kenaikan harga barang-barang maka akan mendorong terjadinya inflasi yang pada akhirnya berpengaruh terhadap daya beli masyarakat. Semakin lemah daya beli masyarakat maka akan membawa dampak negatif yaitu adanya pengurangan jumlah produksi suatu barang dan berakibat pada pengurangan karyawan.
• Perusahaan memiliki banyak pesaing. Persaingan yang dirasakan dominan oleh perusahaan ini adalah harga dan kualitas produk. Hal ini akan sangat merugikan perusahaan, apalagi pesaing tersebut memiliki kualitas dan ragam yang lebih bagusdan lebih banyak dari yang diproduksi perusahaan.
• Dalam menjalankan proses produksi PG. Rejo Agung Baru sangat dipengaruhi oleh adanya kebijakan peraturan pemerintah. Peran pemerintah melalui berbagai bentuk kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan sangat besar pengaruhnya terhadap kelangsungan dunia usaha seperti halnya usaha PG. Rejo Agung Baru.
Strategi SO :
Dengan hasil produksi yang besar tetap akan dapat diserap karena jumlah penduduk yang besar.
Melakukan program pelatihan bagi karyawan sesuai posisi/jabatannya.
Kemajuan teknologi pengolahan tebu dapat memperbaiki kualitas gula dan semakin diterima semua kalangan.
Strategi WO :
menekan harga pokok produksi dengan efisiensi biaya dan peningkatan produktifitas gula maupun tebu.
Mengkontrol pasokan hasil produksi yang dipasarkan untuk menjaga harga gula di kalangan konsumen.
Strategi ST :
mengkualifikasikan karyawan sesuai pendidikan dapat meningkatkan kinerja perusahaa
Kondisi ekonomi yang sulit dapat diatasi dengan penggunaan teknologi yang dapat mengefisiensi dan menghasilkan profit.
Mengurangi kapasitas produksi disaat kondisi ekonomi sedang sulit
Strategi WT :
Memberikan randemen yang menarik dan pelayanan yang sangant cepat, ramah, dan menyenangkan dalam mengatasi para pesaing.
Memasarkan hasil produksi di saat kondisi ekonomi sedang bagus.
Tetap melaksanakan kebijakan pemerintah yang menharuskan PG fokus memproduksi gula
1. Strategi yang direkomendasikan
1.1 Strategi alternatif
Pemilihan lokasi yang strategis bagi suatu organisasi atau badan usaha.
Melakukan Kemajuan di bidang teknologi agar menjadi semakin lebih efektif dan efisien.
Melakukan program pengembangan dan pelatihan untuk meningkatkan kinerja karyawan
Penggunaan sistem komputerisasi dalam mengolah dan menyimpan data keuangan dan yang bersifat operasional.
1.2 Rekomendasi strategi
PG. Rejo Agung Baru memiliki lokasi yang cukup strategis. Pemilihan lokasi yang strategis bagi suatu organisasi atau badan usaha merupakan suatu hal yang sangat penting, karena ketidaktepatan dalam pemilhan lokasi akan menimbulkan perbedaan dalam mencapai tujuan organisasi yang akan mempengaruhi efisien tidaknya jalan operasi.
Pemilihan lokasi berdasarkan pada faktor yaitu
dekat dengan bahan baku
untuk pemenuhan bahan baku, lokasi pabrik sangat strategis karena lokasi pabrik dekat dengan lahan pertanian tebu. Perusahaan dalam memnuhi kebutuhan bahan baku disamping menanam sendiri juga membeli tebu dari petani sekitarnya.
transportasi yang cukup lancar
karena lokasi pabrik dekat dengan jalan raya maka transportasi mudah dan lancar baik untuk pengangkutan bahan baku (tebu) dari sawah ke perusahaan maupun pengangkutan hasil produksi (gula) ke tempat pemasaran.
penyediaan tenaga kerja, dan
karena perusahaan letaknya berdekatan dengan pedesaan maka untuk memnuhi kebutuhan akan tenaga kerja perusahaan tidak mengalami kesulitan.
tanah atau iklim yang baik.
Lokasi PG. Rejo Agung Baru memiliki iklim yang baik untuk penanaman tebu. Sehingga perusahaan tidak mengalami kesulitan dalam menanam tebu karena didukung oleh iklim yang baik pula.
ANALISIS SWOT SPLENDID INN HOTEL
ANALISIS SWOT
Kekuatan
• Lokasi Splendid Inn Hotel sangat strategis. Splendid Inn Hotel terletak di jalan Mojopahit 2-4 Malang yang dapat dikatakan amat strategis karena masih tergolong berada di pusat kota dengan lingkungan masih tergolong berada di pusat kota dengan lingkugan yang tidak terlalu bising dan cukup sejuk untuk dipakai sebagai tempat beristirahat.
• Menggunakan sistem permodalan Auto Financing. Hotel Splendid Inn membiayai sendiri seluruh aktifitasnya atau tidak menggunakan jasa kreditur karena keuangan perusahaan masih mampu memenuhi seluruh pembiayaan perusahaan.
• Modernisasi teknologi di perhotelan. Hotel splendid inn juga menyesuaikan diri dengan menambah fasilitas produksinya dengan peralatan yang lebih modern dan lebih praktis.
• Kultur organisasi adalah kekeluargaan. Dimana setiap pengambilan keputusan didasarkan atas kesepakatan keluarga.
Kelemahan
• Sarana promosi hanya advertising. Yaitu berupa papan nama hotel yang terpasang didepan hotel dan selain itu ada juga brosur hotel yang jumlahnya terbatas, dan melalui yellow page yang ada pada buku petunjuk telepon.
• Segmen pasar dari tingkat menengah kebawah. Hotel Splendid Inn hanya menjangkau tamu yang sebagaian besar (75%) terdiri dari tamu asing dengan tujuan pesiar.
• Belum mampu menarik customer secara optimal. Meskipun splendid inn memiliki berbagai kelebihan untuk mendapatkan bagian potensi pasar yang lebih baik dari pangsa pasar yang ada.
Kesempatan
• Faktor sosial yang mendukung. Masyarakat kota malang mempunyai latar belakang pendidikan yang cukup maju sehingga dapat menunjang pesatnya sektor pariwisata khususnya dalam hal menarik turis ke kota malang.
• Keadaan politik indonesia yang stabil. Indonesia menjadi alternatif pilihan tujuan wisata para turis asing karena indonesia mempunyai kestabilan politik yang memadai disamping kekayaan alam dan budaya yang dimiliki.
• Pengembangan pegawai melalui training. Untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan karyawan, maka hotel Splendid Inn malang telah banyak mengadakan training sehingga menampakkan hasil yang positif dengan bertamabahnya keterampilan dalam bidangnya masing-masing.
• Sarana obyek wisata yang beraneka ragam. Di malang dan sekitarnya memiliki lokasi wisata alam maupun buatan yang menjadi daya tarik wisata bagi para wisatawan lokal maupun asing sehingga semakin banyak yang menggunakan akomodasi perhotelan.
Ancaman
• Perubahan kebijaksanaan pemerintah. Kabijakan dari pemerintah sangat terasa pengaruhnya bagi dunia perhotelan, seperti tindakan devaluasi terhadap nilai mata uang rupiah akan mempengaruhi tingkat konsumsi konsumen yang akan menginap di hotel.
• Splendid Inn Hotel memiliki banyak pesaing. Dimana di kota malang yang dianggap sebagai pesaing oleh Hotel Splendid Inn adalah hotel montana, Hotel pelangi, dan Hotel Margosuko.
• Sebagian besar wisatawan tidak menggunakan sarana akomodasi berupa hotel. Berdasarkan data dari biro pusat statistik di malang menunjukkan 60% wisatawan tidak menggunakan sarana akomodasi.
2. Strategi yang direkomendasikan
2.1 Strategi alternatif
2.2 Rekomendasi strategi
lokasi splendid inn hotel terletak di jalan mojopahit 2-4 malang. Dapat dikatakan amat strategis karena masih tergolong berada di pusat kota dengan lingkungan yang tidak terlalu bising dan cukup sejuk untuk dipakai sebagai tempat untuk istirahat. Lokasi ini sangat menguntungkan karena pertimbangan transportasi, pertimbangan tenaga kerja, pertimbangan iklim, dan pertimbangan fasilitas lainnya.
Kekuatan
• Lokasi Splendid Inn Hotel sangat strategis. Splendid Inn Hotel terletak di jalan Mojopahit 2-4 Malang yang dapat dikatakan amat strategis karena masih tergolong berada di pusat kota dengan lingkungan masih tergolong berada di pusat kota dengan lingkugan yang tidak terlalu bising dan cukup sejuk untuk dipakai sebagai tempat beristirahat.
• Menggunakan sistem permodalan Auto Financing. Hotel Splendid Inn membiayai sendiri seluruh aktifitasnya atau tidak menggunakan jasa kreditur karena keuangan perusahaan masih mampu memenuhi seluruh pembiayaan perusahaan.
• Modernisasi teknologi di perhotelan. Hotel splendid inn juga menyesuaikan diri dengan menambah fasilitas produksinya dengan peralatan yang lebih modern dan lebih praktis.
• Kultur organisasi adalah kekeluargaan. Dimana setiap pengambilan keputusan didasarkan atas kesepakatan keluarga.
Kelemahan
• Sarana promosi hanya advertising. Yaitu berupa papan nama hotel yang terpasang didepan hotel dan selain itu ada juga brosur hotel yang jumlahnya terbatas, dan melalui yellow page yang ada pada buku petunjuk telepon.
• Segmen pasar dari tingkat menengah kebawah. Hotel Splendid Inn hanya menjangkau tamu yang sebagaian besar (75%) terdiri dari tamu asing dengan tujuan pesiar.
• Belum mampu menarik customer secara optimal. Meskipun splendid inn memiliki berbagai kelebihan untuk mendapatkan bagian potensi pasar yang lebih baik dari pangsa pasar yang ada.
Kesempatan
• Faktor sosial yang mendukung. Masyarakat kota malang mempunyai latar belakang pendidikan yang cukup maju sehingga dapat menunjang pesatnya sektor pariwisata khususnya dalam hal menarik turis ke kota malang.
• Keadaan politik indonesia yang stabil. Indonesia menjadi alternatif pilihan tujuan wisata para turis asing karena indonesia mempunyai kestabilan politik yang memadai disamping kekayaan alam dan budaya yang dimiliki.
• Pengembangan pegawai melalui training. Untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan karyawan, maka hotel Splendid Inn malang telah banyak mengadakan training sehingga menampakkan hasil yang positif dengan bertamabahnya keterampilan dalam bidangnya masing-masing.
• Sarana obyek wisata yang beraneka ragam. Di malang dan sekitarnya memiliki lokasi wisata alam maupun buatan yang menjadi daya tarik wisata bagi para wisatawan lokal maupun asing sehingga semakin banyak yang menggunakan akomodasi perhotelan.
Ancaman
• Perubahan kebijaksanaan pemerintah. Kabijakan dari pemerintah sangat terasa pengaruhnya bagi dunia perhotelan, seperti tindakan devaluasi terhadap nilai mata uang rupiah akan mempengaruhi tingkat konsumsi konsumen yang akan menginap di hotel.
• Splendid Inn Hotel memiliki banyak pesaing. Dimana di kota malang yang dianggap sebagai pesaing oleh Hotel Splendid Inn adalah hotel montana, Hotel pelangi, dan Hotel Margosuko.
• Sebagian besar wisatawan tidak menggunakan sarana akomodasi berupa hotel. Berdasarkan data dari biro pusat statistik di malang menunjukkan 60% wisatawan tidak menggunakan sarana akomodasi.
2. Strategi yang direkomendasikan
2.1 Strategi alternatif
- Menjalin kerjasama dengan pihak-pihak travel maupun dinas periwisata.
- Melakukan pengembangan, manambah fasilitas, dan perbaikan hotel.
- Memilih lokasi yang strategis.
- Melakukan promosi secara lebih giat dan kreatif untuk menarik minat konsumen.
- Memberkan pelayanan dan kepuasan kepada tamu hotel.
2.2 Rekomendasi strategi
lokasi splendid inn hotel terletak di jalan mojopahit 2-4 malang. Dapat dikatakan amat strategis karena masih tergolong berada di pusat kota dengan lingkungan yang tidak terlalu bising dan cukup sejuk untuk dipakai sebagai tempat untuk istirahat. Lokasi ini sangat menguntungkan karena pertimbangan transportasi, pertimbangan tenaga kerja, pertimbangan iklim, dan pertimbangan fasilitas lainnya.
Jumat, 25 November 2011
Selasa, 01 Maret 2011
Definisi Sistem Informasi Akuntansi
Sistem Informasi Akuntansi
Mulyadi (2001:2) menyatakan bahwa sistem adalah sekolompok unsure yang mempunyai hubungan yang erat satu dengan yang lainnya, yang berfungsi bersama-sama untuk mencapai tujuan tertentu, sedangkan moscove dalam Baridwan (1998:4) mendefinisikan sistem sebagai suatu entity (kesatuan) yang terdiri dari bagian-bagian yang saling berhubungan (disebut sub sistem) yang bertujuan untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu. Sementara Cole dan Neuschel dalam Baridwan (1998:3) menyatakan bahwa sistem adalah suatu kerangka dari prosedur-prosedur yang berhubungan yang disusun sesuai dengan skema yang menyeluruh (terintegrasi) untuk melaksanakan suatu kegiatan/fungsi utama dari perusahaan.
Berdasarkan beberapa definisi diatas dapat dirumuskan bahwa sistem terdiri dari beberapa elemen-elemen yang merupakan bagian terpadu dari suatu sistem yang bersangkutan. Elemen-elemen system tersebut berhubungan erat satu sama lain dan tidak dapat berdiri sendiri, mereka saling berinteraksi dan saling berhubungan membentuk suatu kesatuan, sehingga tujuan atau sasaran suatu sistem dapat tercapai. Pada dasarnya sesuatu dapat dikatakan sistem, apabila memenuhi dua syarat. Pertama adalah memilik bagian-bagian yang paling berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan tertentu, kedua adalah bahwa suatu sistem harus memiliki tiga unsur, yaitu input, proses, dan output.
Informasi merupakan salah satu komponen yang penting kehadirannya untuk menunjang faktor lainnya seperti modal, sumber daya manusia, dan lainnya. Menurut Jogiyanto (2000:24) kualitas suatu informasi tergantung dari tiga hal, yaitu :
1.Akurat, berarti informasi harus bebas dari kesalahan-kesalahan dan tidak bisa atau menyesatkan, dimana informasi tersebut harus dapat menggambarkan keadaan sebenarnya.
2.Tepat waktu, berarti informasi yang datang pada penerima tidak boleh terlambat. Informasi yang sudah usang tidak akan memiliki nilai lagi, karena informasi merupakan landasan dalam pengambilan keputusan. Bila pengambilan keputusan terlambat, maka akan berakibat fatal untuk oraganisasi.
3.Relevan, berarti informasi tersebut mempunyai manfaat untuk pemakainya. Salah satu alat penyaji informasi adalah akuntansi, akuntansi merupakan alat untuk menginformasikan keadaan suatu perusahaan atau organisasi. Akuntansi sebagai alat informasi mempunyai aktivitas-aktivitas yang terdiri dari pencatatan, pengolahan data, penganalisaan data, penyusunan laporan-laporan tertentu, dan pemahaman data untuk pengawasan efisiensi. Menurut Harahap (1995:1) akuntansi adalah bahasa bisnis yang dapat memberikan informasi tentang kondisi ekonomi suatu bisnis dan hasil usahanya pada suatu periode waktu tertentu. Oleh karena itu akuntansi sebagai alat dalam mengolah data akuntansi dan keuangan, maka diperlukan suatu system akuntansi untuk dapat menyampaikan informasi akuntansi tersebut kepada pihak-pihak yang membutuhkan.
Bodnar dan Hopwood (2000:1) menyatakan Sistem Informasi Akuntansi adalah kumpulan sumber daya seperti manusia dan peralatan yang diatur untuk mengubah data menjadi informasi, sedangkan Widjajanto (2001:4) menyatakan Sistem Informasi Akuntansi adalah susunan formulir catatan, peralatan, termasuk komputer serta alat komunikasi, tenaga pelaksanaanya, dan laporan yang terkoordinasi secara erat yang didesain untuk mentransformasikan data keuangan menjadi informasi yang dibutuhkan manajemen. Pendapat lain mengenai Sistem Informasi Akuntansi dinyatakan Mulyadi (2001:30) yaitu sub sistem dari sistem akuntansi manajemen yang terdapat dalam suatu organisasi yang mengolah data keuangan menjadi informasi keuangan untuk memnuhi pemakai intern dan ekstern.
Berdasarkan beberapa definisi diatas, maka dapat dirumuskan bahwa SIA adalah suatu komponen yang mengubah data menjadi informasi yang akan digunakan oleh pihak yang membutuhkan seperti intern dan pihak ekstern. Cushing (1995:5) mengatakan bahwa Sistem Informasi Akuntansi mempunyai peranan penting dalam menunaikan tugas-tugas yaitu :
1.Merencanakan, mengkoordinasikan, dan mengendalikan berbagai aktivitas yang dilaksanakan.
2.Menyediakan informasi untuk banyak orang dan badan atau instansi yang mempunyai kepentingan pada aktivitas-aktivitas tersebut.
Dengan demikian, Sistem Informasi Akuntansi memiliki peranan penting di dalam menyediakan informasi untuk tingakt manajemen dan juga memegang peranan penting terhadap efektivitas organisasi perusahaan. Oleh karena itu, Sistem Informasi Akuntansi harus disusun sedemikian rupa sehingga dapat memenuhi kebutuhan informasi yang efektif.
Halim (1994:30) mengatakan bahwa untuk menyusun Sistem Informasi Akuntansi diperlukan tahap-tahap pekerjaan, yaitu :
1.Tahap Analisis. Tahap ini dialkukan untuk memperoleh informasi tentang sistem yang sedang berlaku. Informasi yang dikumpulkan terutama mengenai kelebihan atau kebaikan dan kelemahan sistem yang berlaku.
2.Tahap perencanaan dan pemilihan. Tahap perencanaan dan pemilihan yaitu tahap penyusunan sistem informasi baru. Perencanaan sistem ini terutama ditujukan untuk menghilangkan kekurangan atau kelemahan sistem yang sedang berlaku. Tahap ini juga direncanakan dan dilakukan pemilihan komputer yang akan digunakan.
3.Tahap implementasi. Tahap memasang system informasi yang baru di perusahaan. Tahap ini dilakukan untuk menggantikan sistem informasi yang lama dengan yang baru.
4.Tahap pelaksanaan sistem dan pengawasan. Tahap ini adalah dimulainya penggunaan sistem informasi baru untuk mengolah data dan juga perencanaan sistem yang dilakukan untuk pengawasan agar dapat mengikuti pelaksanaan sistem informasi yang baru.
Mulyadi (2001:2) menyatakan bahwa sistem adalah sekolompok unsure yang mempunyai hubungan yang erat satu dengan yang lainnya, yang berfungsi bersama-sama untuk mencapai tujuan tertentu, sedangkan moscove dalam Baridwan (1998:4) mendefinisikan sistem sebagai suatu entity (kesatuan) yang terdiri dari bagian-bagian yang saling berhubungan (disebut sub sistem) yang bertujuan untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu. Sementara Cole dan Neuschel dalam Baridwan (1998:3) menyatakan bahwa sistem adalah suatu kerangka dari prosedur-prosedur yang berhubungan yang disusun sesuai dengan skema yang menyeluruh (terintegrasi) untuk melaksanakan suatu kegiatan/fungsi utama dari perusahaan.
Berdasarkan beberapa definisi diatas dapat dirumuskan bahwa sistem terdiri dari beberapa elemen-elemen yang merupakan bagian terpadu dari suatu sistem yang bersangkutan. Elemen-elemen system tersebut berhubungan erat satu sama lain dan tidak dapat berdiri sendiri, mereka saling berinteraksi dan saling berhubungan membentuk suatu kesatuan, sehingga tujuan atau sasaran suatu sistem dapat tercapai. Pada dasarnya sesuatu dapat dikatakan sistem, apabila memenuhi dua syarat. Pertama adalah memilik bagian-bagian yang paling berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan tertentu, kedua adalah bahwa suatu sistem harus memiliki tiga unsur, yaitu input, proses, dan output.
Informasi merupakan salah satu komponen yang penting kehadirannya untuk menunjang faktor lainnya seperti modal, sumber daya manusia, dan lainnya. Menurut Jogiyanto (2000:24) kualitas suatu informasi tergantung dari tiga hal, yaitu :
1.Akurat, berarti informasi harus bebas dari kesalahan-kesalahan dan tidak bisa atau menyesatkan, dimana informasi tersebut harus dapat menggambarkan keadaan sebenarnya.
2.Tepat waktu, berarti informasi yang datang pada penerima tidak boleh terlambat. Informasi yang sudah usang tidak akan memiliki nilai lagi, karena informasi merupakan landasan dalam pengambilan keputusan. Bila pengambilan keputusan terlambat, maka akan berakibat fatal untuk oraganisasi.
3.Relevan, berarti informasi tersebut mempunyai manfaat untuk pemakainya. Salah satu alat penyaji informasi adalah akuntansi, akuntansi merupakan alat untuk menginformasikan keadaan suatu perusahaan atau organisasi. Akuntansi sebagai alat informasi mempunyai aktivitas-aktivitas yang terdiri dari pencatatan, pengolahan data, penganalisaan data, penyusunan laporan-laporan tertentu, dan pemahaman data untuk pengawasan efisiensi. Menurut Harahap (1995:1) akuntansi adalah bahasa bisnis yang dapat memberikan informasi tentang kondisi ekonomi suatu bisnis dan hasil usahanya pada suatu periode waktu tertentu. Oleh karena itu akuntansi sebagai alat dalam mengolah data akuntansi dan keuangan, maka diperlukan suatu system akuntansi untuk dapat menyampaikan informasi akuntansi tersebut kepada pihak-pihak yang membutuhkan.
Bodnar dan Hopwood (2000:1) menyatakan Sistem Informasi Akuntansi adalah kumpulan sumber daya seperti manusia dan peralatan yang diatur untuk mengubah data menjadi informasi, sedangkan Widjajanto (2001:4) menyatakan Sistem Informasi Akuntansi adalah susunan formulir catatan, peralatan, termasuk komputer serta alat komunikasi, tenaga pelaksanaanya, dan laporan yang terkoordinasi secara erat yang didesain untuk mentransformasikan data keuangan menjadi informasi yang dibutuhkan manajemen. Pendapat lain mengenai Sistem Informasi Akuntansi dinyatakan Mulyadi (2001:30) yaitu sub sistem dari sistem akuntansi manajemen yang terdapat dalam suatu organisasi yang mengolah data keuangan menjadi informasi keuangan untuk memnuhi pemakai intern dan ekstern.
Berdasarkan beberapa definisi diatas, maka dapat dirumuskan bahwa SIA adalah suatu komponen yang mengubah data menjadi informasi yang akan digunakan oleh pihak yang membutuhkan seperti intern dan pihak ekstern. Cushing (1995:5) mengatakan bahwa Sistem Informasi Akuntansi mempunyai peranan penting dalam menunaikan tugas-tugas yaitu :
1.Merencanakan, mengkoordinasikan, dan mengendalikan berbagai aktivitas yang dilaksanakan.
2.Menyediakan informasi untuk banyak orang dan badan atau instansi yang mempunyai kepentingan pada aktivitas-aktivitas tersebut.
Dengan demikian, Sistem Informasi Akuntansi memiliki peranan penting di dalam menyediakan informasi untuk tingakt manajemen dan juga memegang peranan penting terhadap efektivitas organisasi perusahaan. Oleh karena itu, Sistem Informasi Akuntansi harus disusun sedemikian rupa sehingga dapat memenuhi kebutuhan informasi yang efektif.
Halim (1994:30) mengatakan bahwa untuk menyusun Sistem Informasi Akuntansi diperlukan tahap-tahap pekerjaan, yaitu :
1.Tahap Analisis. Tahap ini dialkukan untuk memperoleh informasi tentang sistem yang sedang berlaku. Informasi yang dikumpulkan terutama mengenai kelebihan atau kebaikan dan kelemahan sistem yang berlaku.
2.Tahap perencanaan dan pemilihan. Tahap perencanaan dan pemilihan yaitu tahap penyusunan sistem informasi baru. Perencanaan sistem ini terutama ditujukan untuk menghilangkan kekurangan atau kelemahan sistem yang sedang berlaku. Tahap ini juga direncanakan dan dilakukan pemilihan komputer yang akan digunakan.
3.Tahap implementasi. Tahap memasang system informasi yang baru di perusahaan. Tahap ini dilakukan untuk menggantikan sistem informasi yang lama dengan yang baru.
4.Tahap pelaksanaan sistem dan pengawasan. Tahap ini adalah dimulainya penggunaan sistem informasi baru untuk mengolah data dan juga perencanaan sistem yang dilakukan untuk pengawasan agar dapat mengikuti pelaksanaan sistem informasi yang baru.
Kamis, 06 Januari 2011
PERSEPSI DAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN INDIVIDUAL
PERSEPSI
Persepsi dapat didefinisikan sebagai suatu proses yang ditempuh individu untuk mengorganisasikan dan menafsirkan kesan –kesan indera mereka agar memberikan makna bagi lingkungan mereka. Apa yang di persepsikan seseorang dapat berbeda dari kenyataan yang obyektif. Tidak harusi demikian, tetapi sering ada ketidaksepakatan.
Mengapa persepsi itu penting? Hal ini dikarenakan perilaku orang-orang didasarkan pada persepsi mereka didasarkan pada apa persepsi mereka mengenai apa realitas yang ada. Dunia seperti yang dipersepsikan adalah dunia yang penting dari segi perilaku.
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERSEPSI
1. Pelaku Persepsi
Bila individu memandang sutu objek dan mencoba untuk menafsirkannya, penafsiran itu sangat dipengaruhi karakteristik pribadi dari persepsi individu tersebut . Diantara karakteristik pribadi yang lebih relevan yang mempengaruhi persepsi adalah sikap, motif, kepentingan atau minat, pengalaman masa lalu, dan pengharapan (ekspetasi).
2. Target (objek)
Karakteristik-karakteristik dari target yang akan diamati dapat mempengaruhi apa yang dipersepsikan. Selain itu target tidak dipandang secara terisolasi, hubungan target dengan latar belakangnya mempengaruhi persepsi. Faktor pada objek antara lain adalah hal baru, gerakan, bunyi, latar belakang, kedekatan.
3. Situasi
Penting bagi kita untuk melihat konteks objek dan peristiwa. Unsur lingkungan sangat mempengaruhi persepsi kita. Faktor yang mepengaruhi situasi adlah waktu, keadaan /tempat kerja, keadaan sosial.
PERSEPSI ORANG
Teori Atribusi
Persepsi kita terhadap orang berbeda dengan persepsi kita terhadap benda mati. Hal ini dikarenakan benda mati tidak memiliki keyakinan, motif, atau maksud. Akibatnya apabila kiata mengamati orang, kita berusaha mengembangkan penjelasan-penjelasan mengapa mereka berperilaku dengan cara-cara tertentu. Oleh karena itu persepsi dan penilaian kita terhadap tindakan seseorang akan cukup banyak dipengaruhi oleh pengandaian-pengandaian yang kita ambil mengenai keadaan internal orang itu.
Teori atribusi adalah untuk mengembangkan penjelasan dari cara-cara kita menilai orang secara berlainan, bergantung kepada makna apa yang kita hubungkan ke sutau perilaku tertentu. Pada dasarnya, teori tersebut menyarankan bahwa bila kita mengamati perlaku seseorang individu, kita berusaha menentukan apakah perilaku itu karena penyebab internal ataukah eksternal.
Penentuan tersebut sebagian besar bergantung tiga faktor
a. Kekhususan : apakah seorang individu memperlihatkan perilaku-perilaku yang berlainan dalam situasi yang berlainan.
b. Konsensus: jika semua orang yang mengahadapi situasi yang serupa bereaksi dengan cara yang sama.
c. Konsistensi: apakah orang itu memberi reaksi dengan cara yang sama dari waktu ke waktu.
Salah satu penemuan yang paling menarik dari teori atribusi adalah bahwa ada kekeliruan atau prasangka yang menyimpang teori atribusi. Kecenderungan untuk meremehkan pengaruh faktor luar dan melebih-lebihkan faktor internal disebut kekeliruan atribusi mendasar. Individu cenderung menghubungkan sukses mereka sendiri dengan faktor internal sementara menyalahkan faktor eksternal atas kegagalan mereka. Hal ini disebut prasangka layanan diri (self serving bias).
Jalan Pintas yang Sering Digunakan dalam Menilai Orang Lain
Persepsi selektif
Orang orang secara selektif menafsirkan apa yang mereka saksikan berdasarkan kepentingan, latar belakang,pengalaman, dan sikap. Suatu contoh, lebih besar kecenderungan anda melihat motor yang mirip motor anda sendiri. Hal ini menunjukkan bagaimana kepentingan pribadi cukup mempengaruhi masalah-masalah yang kita lihat.
Efek halo
Manarik suatu kesan umum mengenai seseorang individu berdasarkan suatu karakteristik tunggal. Gejala ini sering terjadi ketika mahasiswa menilai dosen mereka di ruang kuliah. Jadi seorang dosen akan dinilai pendiam, banyak pengetahuan, populer, tetapi gayanya kurang bersemangat , ia akan dinilai lebih rendah mengenai karakteristik yang lain. Jelas, subyek-subyek membiarkan suatu ciri tunggal mempengaruhi seluruh kesan mereka dari orang-orang yang sedang dinilai.
Efek Kontras
Evaluasi atas karakteristik seseorang yang dipengaruhi oleh pembandingan dengan orang lain yang baru saja dijumpai yang berperingkat lebih tinggi atau lebih rendah pada karakteristik yang sama. Sebagai contoh, anda akan terlihat buruk apabila beradu acting dengan anak-anak. Hal ini dikarenakan penonton sangat mencintai anak-anak. Efek ini dapat memutar-balikkan persepsi. Reaksi kita terhadap satu orang sering dipengaruhi oleh orang lain yang baru saja kita jumpai.
Proyeksi
Menghubungkan karakteristiknya sendiri ke orang lain. Mudah untuk menilai orang lain jika kita mengasumsikan mereka serupa denagan kita. Kecenderungan untuk menghubungkan karakteristik sendiri kepada orang lain, dapat memutarbalilkan persepsi yang dibuat mengenai orang lain.
Berstereotipe
Menilai seseorang atas dasar persepsi seseorang terhadap kelompok itu. Sebagai contoh, andaikan anda seorang pengusaha yang sedang mencari seorang manajer. Anda mencari manjer yang suka bekerja keras dan dapat mengatasi masalah dengan baik. Di masa lalu anda memperoaeh sukses yang besar ketika mempekerjakan individu yang ikut dalam atletik ketika di universitas. Lebih jauh, sejauh para atlet itu suka bekerja keras dan adapat menangani masalah dengan baik pengambilan stereotype ini memperbaiki pengambilan keputusan anda. Tentu saja masalahnya apabila kita berstereotipe secara tidak akurat.
TAUTAN ANTARA PERSEPSI DAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN INDIVIDUAL
Individu-individu dalam organisasi mengambil keputusan. Yaitu, mereka membuat pilihan dari dua alternatif atau lebih. Oleh karena itu, pengambilan keputusan individual merupakan suatu bagian penting dalam perilaku organisasi. Tetapi bagaimana individu-individu dalam organisasi mengambil keputusan, dan kualitas dari pilihan terakhir mereka, sebagian besar dipengaruhi oleh persepsi-persepsi mereka.
BAGAIMANA KEPUTUSAN HENDAKNYA DIAMBIL?
Proses Pengambilan Keputusan Rasional
Pengambil keputusan yang optimal harus rasional. Artinya dia membuat pilihan memaksimalkan nilai yang konsisten daam batas-batas tertentu. Pilihan dibuat mengikuti model pengambilan keputusan rasional.
Langkah-Langkah dalam Model Pengambilan Keputusan Rasional
1. Tetapkan masalah.
2. Identifikasikan kriteria keputusan.
3. Alokasikan bobot pada kriteria.
4. Kembangkan alternatif.
5. Evaluasilah alternatif.
6. Pililah alternatif terbaik.
Meningkatkan Kreativitas dalam Pengambilan Keputusan
Pengambilan keputusan rasional membutuhkan kreativitas. Yakni, menggabungkan gagasan dalam satu cara yang unik atau untuk membuat asosiasi- asosiasi daintara gagasan-gagasan.
Potensial Kreatif
Kebanyakan orang mempunyai potensial kreatif yang dapat mereka gunakan bila dikonfrontasikan dengan sebuah masalah dalam pengambilan keputusan. Namun untuk melepaskan potensial itu, mereka harus keluar dari kebiasaan psikologis yang kebiasaan dari kita terlibat di dalamnya dan beajar bagaimana berpikir tentang satu masalah dengan cara yang berlainan.
Metode Untuk Merangsang Kreativitas Individual
Tindakan yang sederhana dapat sangat berpengaruh untuk menginstruksi seseorang menjadi kreatif dan menghindari pendekatan yang jelas terhadap satu masalah mengahasilkan gagasan yang lebih unik. Metode ini dinamakan instruksi langsung.
Metode lain adalah penyusunan atribut. Dalam metode ini, pengambilan keputusan mengisolasikan karakteristik dari alternatif tradisional. Setiap atribut utama dari alternatif selanjutnyapada gilirannya dipertimbangkan dan diubah dalam setiap cara yang mungkin. Tidak ada gagasan yang di tolak, betapa pun tampaknya lucu.
Kreatifitas juga dapat dirangsang oleh praktik pemikiran lateral atau zig-zag. Dengan pemikiran lateral, para individu menekankan pemikiran yang tidak menekankan pada satu pola melainkan pada penyetrukturan pola. Pemikiran itu tidak harus tepat setiap langkah. Pemikiran itu secara sengaja menggunakan informasi yang acak atau tidak relevan guna membawa satu cara baru untuk melihat suatu masalah.
PENGAMBILAN KEPUTUSAN DALAM ORGANISASI
Rasionalitas terbatas
Kemampuan dari pikiran manusia untuk memformulasi dan menyelesaikan masalah yang rumit itu terlalu kecil untuk memenuhi tuntutan bagi rasionalitas penuh, para individu beroperasi dalam keterbatasan rasionalitas. Mereka merancang model-model yang disederhanakan yang menyuling ciri-ciri hakiki dari masalah-masalah tanpa menangkap semua kerumitannya. Selanjutnya para individu dapat berperilaku rasional dalam batas-batas model yang sederhana.
Salah satu aspek yang lebih menarik dari model rasionalitas terbatas itu adalah bahwaurutan di mana alternatif-alternatif dipertimbangkanbersifat kritisdalam menentukan alternatif mana yang dipilih.
Intuisi
Pengambilan keputusan intuitif, baru-baru ini mulai muncul dan mulai disegani. Para pakar tidak lagi secara otomatis mengasumsikan penggunaan intuisi untuk pengambilan keputusan sebagai tak rasional. Terdapat pengakun yang makin berkembang bahwa analisis rasional terlalu ditekankan dan bahwa, pada kasus-kasus tertentu, mengandalkan pada intuisi dapat memperbaiki pengambilan keputusan.
Pengambilan keputusan intuitif sebagi suatu proses tak sadar yang diciptakan dari dalam pengalaman yang tersaring. Hasilnya adalah bahwa pengambil keputuusan intuitif dapat memutuskan dengan cepat dengan informasi yang terbatas. Intuisi ini tidak harus berjalan secara tak tergantung dengan analisis rasional. Lebih lengkap keduanya saling melengkapi.
Kemungkinan terbesar untuk orang menggunakan keputusan intuitif adalah dalam delapan kondisi.
1. Bila ada ketakpastian dalamtingkat yang tinggi.
2. Bila hanya sedikit preseden (sesuatu yang bisa dijadikan teladan) untuk diikuti.
3. Bila variable-variabel kurang dapat diramalkan secara ilmiah.
4. Bila fakta terbatas.
5. Bila fakta tidak jelas menunjukkan jalan untuk diikuti.
6. Bila data analitis kurang berguna.
7. Bila ada beberapa penyelesaian alternatifyang masuk akal untuk dipilih, dengan argument yang baik untuk masing masing.
8. Bila waktu terbatas dan ada tekanan untuk segera diambil keputusan yang tepat.
Identifikasi Masalah
Masalah-masalah yang tamapak cenderung memiliki probabilitas terpilih yang lebih tinggi dibanding masalah-masalah yang penting. Hal ini dikarenakan dua hal:
1. Mudah untuk mengenal masalah-masalah yang tampak.hal ini lebih mungkin menangkap perhatian pengambil keputusan. Ini menjelaskan mengapa pemerintah lebih memperhatikan masalah kriminal daripada buta huruf.
2. Perlu diingat bahwa kita prihatin dengan pengambilan keputusan dalam organisasi. Para pengambil keputusan ingin tampil kompeten dan berada di puncak masalah. Ini memotivasi mereka untuk memusatkan perhatian yang tampak bagi orang lain.
Adalah biasa dalam kepentingan terbaik pengambil keputusan menyerang masalah-masalah yang lagi “high”. Bila kinerja pengambil keputusan itu kemudian ditinjau kembali, pengevaluasi lebih mungkin memberikan penilaian yang tinggi kepada seseorang yang secara agresif menyerang masalah-masalah yang tampak disbanding kepada seseorang yang tindakan-tindakanya kurang tampak jelas.
Pengembangan Alternatif
Karena pengambil keputusan jarang mencari sesuatu pemecahan optimum, melainkan yang agak memuaskan, kamiberharap untuk menemukan sutu penggunaan minimal atas kreatifitas dalam mencari alternatif-alternatif.
Pengambil keputusan menghindari tugas-tugas sulit yang mempertimbangkan semuasemua factor penting, menimbang relatif untung dan ruginya, serta mengkalkulasikan nilai untuk masing masing alternatif.
Pengambil keputusan mengambil langkah kecil ke arah sasarannya. Dengan mengetahui sifat komprehehsif dari seleksi pilihan, para pengambil keputusan membuat perbandingan suksesif karenakeputusan tak diambil selama-lamanya atau ditulis di atas batu, melainkan keputusan-keputusan diambil dan dibuat lagi tanpa ada habisnya dalam perbandingan kecil antara pilihan-pilihan yang sempit.
Membuat pilihan
Untuk menghindari informasi yang terlalu sarat, para pengambil keputusan mengandalkan heuristik atau jalan pintas penilaian dalam pengambilan keputusan. Ada dua kategori umum heuristik yang masing-masing menciptakan bias dalam penilaian.
• Heuristik ketersediaan: Kecenderungan begi orang untuk mendasarkan informasi yang sudah ada di tangan mereka.
• Heuristik representatif: Menilai kemungkinan dari suatu kejadian dengan menarik analogi dan melihat situasi yang identik di mana sebenarnya tidak identik.
• Peningkatan komitmen: Suatu peningkatan komitmen pada keputusan sebelumnya meskipun ada informasi negative.
Gaya Pengambilan Keputusan
• Direktif
Orang yang menggunakan gaya direktif memiliki toleransi yang rendah terhadap ambiguitas dan mencari rasionalitas. Tipe direktif mengambil keputusan yang diambil dengan cepat dan beroriaentasi jangka pendek.
• Analitik
Tipe ini memiliki toleransi yang jauh lebih besar terhadap ambiguitas disbanding pengambil keputusan direktif. Lebih banyak informasi dan pertimbangan atas alternatif yang lebih banyak ketimbang alternatif yang digunakan tipe direktif.
• Konseptual
Individu cenderung menjadi sangat luas dalam pandangan mereka dan mempertimbangkan banyak alternatif. Orientasi mereka jangka panjang dan mereka sangat baik dalam menetukan solusi yang kreatif.
• Behavior
Pengambil keputusan yang baik dengan yang lain. Mereka memperhatikan kinerja dari orang lain dan bawahannya serta reseptif terhadap usulan-usulan. Gaya manajer ini mengutamakan komunikasi dan penerimaan.
Perbedaan kultural
Kita perlu mengakui bahwa latar belakang budaya dari pengambil keputusan besar dapat member pengaruh yang besar terhadap seleksi masalahnya, kedalaman analisis, arti penting yang ditempatkan pada logika dan rasionalitas, atau apakah keputusan organisasional hendaknya diambil secara otokratis oleh seorang manajer individual atau secara kolektif dalam kelompok.
ETIKA DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN
Tiga Kriteria Keputusan Etis
• Utilarian
Keputusan diambil atas dasar konsekuensi mereka. Tujuan kriteria ini adalah memberikan kebaikan yang terbesar untuk jumlah yang terbesar.Pandangan ini cenderung mendominasi pengambilan keputusan bisnis.
• Hak
Criteria ini menekankan pada individu untuk mengambil keputusan yang konsisten dengan kebebasan hak yang mendasar. Hal ini berarti menghormati hak dasar para individu, seperti hak berbicara dan hak untuk memperoleh pembelaan.
• Keadilan
Hal ini mensyaratkan individu untuk mengenakan dan memperkuat aturan-aturan secara adil dan tidak berat sebelah sehingga ada pembagian manfaat dan biaya yang pantas.
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perilaku Perilaku Pengambilan-Keputusan Etis
• Tahap-tahap perkembangan moral
Adalah suatu penilaian dari kapasitas seseorang untuk menimbang secara moral. Makin tinggi perkembangan moral seseorang, makin kurang bergantung ia pada pengaruh-pengaruh luar dan, dari situ , akan makin cenderung untuk berperilaku etis.
• Tempat kedudukan kendali
Karakteristik kepribadian yang mengukur sejauh mana orang meyakini bahwa mereka bertanggung jawab untuk peristiwa-peristiwa dalam hidup mereka.
• Lingkungan organisasional
Merujuk pada persepsi karyawan mengenai pengharapan organisasional. Apakah organisasi itu mendorong perilaku yang etis atau tidak.
Persepsi dapat didefinisikan sebagai suatu proses yang ditempuh individu untuk mengorganisasikan dan menafsirkan kesan –kesan indera mereka agar memberikan makna bagi lingkungan mereka. Apa yang di persepsikan seseorang dapat berbeda dari kenyataan yang obyektif. Tidak harusi demikian, tetapi sering ada ketidaksepakatan.
Mengapa persepsi itu penting? Hal ini dikarenakan perilaku orang-orang didasarkan pada persepsi mereka didasarkan pada apa persepsi mereka mengenai apa realitas yang ada. Dunia seperti yang dipersepsikan adalah dunia yang penting dari segi perilaku.
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERSEPSI
1. Pelaku Persepsi
Bila individu memandang sutu objek dan mencoba untuk menafsirkannya, penafsiran itu sangat dipengaruhi karakteristik pribadi dari persepsi individu tersebut . Diantara karakteristik pribadi yang lebih relevan yang mempengaruhi persepsi adalah sikap, motif, kepentingan atau minat, pengalaman masa lalu, dan pengharapan (ekspetasi).
2. Target (objek)
Karakteristik-karakteristik dari target yang akan diamati dapat mempengaruhi apa yang dipersepsikan. Selain itu target tidak dipandang secara terisolasi, hubungan target dengan latar belakangnya mempengaruhi persepsi. Faktor pada objek antara lain adalah hal baru, gerakan, bunyi, latar belakang, kedekatan.
3. Situasi
Penting bagi kita untuk melihat konteks objek dan peristiwa. Unsur lingkungan sangat mempengaruhi persepsi kita. Faktor yang mepengaruhi situasi adlah waktu, keadaan /tempat kerja, keadaan sosial.
PERSEPSI ORANG
Teori Atribusi
Persepsi kita terhadap orang berbeda dengan persepsi kita terhadap benda mati. Hal ini dikarenakan benda mati tidak memiliki keyakinan, motif, atau maksud. Akibatnya apabila kiata mengamati orang, kita berusaha mengembangkan penjelasan-penjelasan mengapa mereka berperilaku dengan cara-cara tertentu. Oleh karena itu persepsi dan penilaian kita terhadap tindakan seseorang akan cukup banyak dipengaruhi oleh pengandaian-pengandaian yang kita ambil mengenai keadaan internal orang itu.
Teori atribusi adalah untuk mengembangkan penjelasan dari cara-cara kita menilai orang secara berlainan, bergantung kepada makna apa yang kita hubungkan ke sutau perilaku tertentu. Pada dasarnya, teori tersebut menyarankan bahwa bila kita mengamati perlaku seseorang individu, kita berusaha menentukan apakah perilaku itu karena penyebab internal ataukah eksternal.
Penentuan tersebut sebagian besar bergantung tiga faktor
a. Kekhususan : apakah seorang individu memperlihatkan perilaku-perilaku yang berlainan dalam situasi yang berlainan.
b. Konsensus: jika semua orang yang mengahadapi situasi yang serupa bereaksi dengan cara yang sama.
c. Konsistensi: apakah orang itu memberi reaksi dengan cara yang sama dari waktu ke waktu.
Salah satu penemuan yang paling menarik dari teori atribusi adalah bahwa ada kekeliruan atau prasangka yang menyimpang teori atribusi. Kecenderungan untuk meremehkan pengaruh faktor luar dan melebih-lebihkan faktor internal disebut kekeliruan atribusi mendasar. Individu cenderung menghubungkan sukses mereka sendiri dengan faktor internal sementara menyalahkan faktor eksternal atas kegagalan mereka. Hal ini disebut prasangka layanan diri (self serving bias).
Jalan Pintas yang Sering Digunakan dalam Menilai Orang Lain
Persepsi selektif
Orang orang secara selektif menafsirkan apa yang mereka saksikan berdasarkan kepentingan, latar belakang,pengalaman, dan sikap. Suatu contoh, lebih besar kecenderungan anda melihat motor yang mirip motor anda sendiri. Hal ini menunjukkan bagaimana kepentingan pribadi cukup mempengaruhi masalah-masalah yang kita lihat.
Efek halo
Manarik suatu kesan umum mengenai seseorang individu berdasarkan suatu karakteristik tunggal. Gejala ini sering terjadi ketika mahasiswa menilai dosen mereka di ruang kuliah. Jadi seorang dosen akan dinilai pendiam, banyak pengetahuan, populer, tetapi gayanya kurang bersemangat , ia akan dinilai lebih rendah mengenai karakteristik yang lain. Jelas, subyek-subyek membiarkan suatu ciri tunggal mempengaruhi seluruh kesan mereka dari orang-orang yang sedang dinilai.
Efek Kontras
Evaluasi atas karakteristik seseorang yang dipengaruhi oleh pembandingan dengan orang lain yang baru saja dijumpai yang berperingkat lebih tinggi atau lebih rendah pada karakteristik yang sama. Sebagai contoh, anda akan terlihat buruk apabila beradu acting dengan anak-anak. Hal ini dikarenakan penonton sangat mencintai anak-anak. Efek ini dapat memutar-balikkan persepsi. Reaksi kita terhadap satu orang sering dipengaruhi oleh orang lain yang baru saja kita jumpai.
Proyeksi
Menghubungkan karakteristiknya sendiri ke orang lain. Mudah untuk menilai orang lain jika kita mengasumsikan mereka serupa denagan kita. Kecenderungan untuk menghubungkan karakteristik sendiri kepada orang lain, dapat memutarbalilkan persepsi yang dibuat mengenai orang lain.
Berstereotipe
Menilai seseorang atas dasar persepsi seseorang terhadap kelompok itu. Sebagai contoh, andaikan anda seorang pengusaha yang sedang mencari seorang manajer. Anda mencari manjer yang suka bekerja keras dan dapat mengatasi masalah dengan baik. Di masa lalu anda memperoaeh sukses yang besar ketika mempekerjakan individu yang ikut dalam atletik ketika di universitas. Lebih jauh, sejauh para atlet itu suka bekerja keras dan adapat menangani masalah dengan baik pengambilan stereotype ini memperbaiki pengambilan keputusan anda. Tentu saja masalahnya apabila kita berstereotipe secara tidak akurat.
TAUTAN ANTARA PERSEPSI DAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN INDIVIDUAL
Individu-individu dalam organisasi mengambil keputusan. Yaitu, mereka membuat pilihan dari dua alternatif atau lebih. Oleh karena itu, pengambilan keputusan individual merupakan suatu bagian penting dalam perilaku organisasi. Tetapi bagaimana individu-individu dalam organisasi mengambil keputusan, dan kualitas dari pilihan terakhir mereka, sebagian besar dipengaruhi oleh persepsi-persepsi mereka.
BAGAIMANA KEPUTUSAN HENDAKNYA DIAMBIL?
Proses Pengambilan Keputusan Rasional
Pengambil keputusan yang optimal harus rasional. Artinya dia membuat pilihan memaksimalkan nilai yang konsisten daam batas-batas tertentu. Pilihan dibuat mengikuti model pengambilan keputusan rasional.
Langkah-Langkah dalam Model Pengambilan Keputusan Rasional
1. Tetapkan masalah.
2. Identifikasikan kriteria keputusan.
3. Alokasikan bobot pada kriteria.
4. Kembangkan alternatif.
5. Evaluasilah alternatif.
6. Pililah alternatif terbaik.
Meningkatkan Kreativitas dalam Pengambilan Keputusan
Pengambilan keputusan rasional membutuhkan kreativitas. Yakni, menggabungkan gagasan dalam satu cara yang unik atau untuk membuat asosiasi- asosiasi daintara gagasan-gagasan.
Potensial Kreatif
Kebanyakan orang mempunyai potensial kreatif yang dapat mereka gunakan bila dikonfrontasikan dengan sebuah masalah dalam pengambilan keputusan. Namun untuk melepaskan potensial itu, mereka harus keluar dari kebiasaan psikologis yang kebiasaan dari kita terlibat di dalamnya dan beajar bagaimana berpikir tentang satu masalah dengan cara yang berlainan.
Metode Untuk Merangsang Kreativitas Individual
Tindakan yang sederhana dapat sangat berpengaruh untuk menginstruksi seseorang menjadi kreatif dan menghindari pendekatan yang jelas terhadap satu masalah mengahasilkan gagasan yang lebih unik. Metode ini dinamakan instruksi langsung.
Metode lain adalah penyusunan atribut. Dalam metode ini, pengambilan keputusan mengisolasikan karakteristik dari alternatif tradisional. Setiap atribut utama dari alternatif selanjutnyapada gilirannya dipertimbangkan dan diubah dalam setiap cara yang mungkin. Tidak ada gagasan yang di tolak, betapa pun tampaknya lucu.
Kreatifitas juga dapat dirangsang oleh praktik pemikiran lateral atau zig-zag. Dengan pemikiran lateral, para individu menekankan pemikiran yang tidak menekankan pada satu pola melainkan pada penyetrukturan pola. Pemikiran itu tidak harus tepat setiap langkah. Pemikiran itu secara sengaja menggunakan informasi yang acak atau tidak relevan guna membawa satu cara baru untuk melihat suatu masalah.
PENGAMBILAN KEPUTUSAN DALAM ORGANISASI
Rasionalitas terbatas
Kemampuan dari pikiran manusia untuk memformulasi dan menyelesaikan masalah yang rumit itu terlalu kecil untuk memenuhi tuntutan bagi rasionalitas penuh, para individu beroperasi dalam keterbatasan rasionalitas. Mereka merancang model-model yang disederhanakan yang menyuling ciri-ciri hakiki dari masalah-masalah tanpa menangkap semua kerumitannya. Selanjutnya para individu dapat berperilaku rasional dalam batas-batas model yang sederhana.
Salah satu aspek yang lebih menarik dari model rasionalitas terbatas itu adalah bahwaurutan di mana alternatif-alternatif dipertimbangkanbersifat kritisdalam menentukan alternatif mana yang dipilih.
Intuisi
Pengambilan keputusan intuitif, baru-baru ini mulai muncul dan mulai disegani. Para pakar tidak lagi secara otomatis mengasumsikan penggunaan intuisi untuk pengambilan keputusan sebagai tak rasional. Terdapat pengakun yang makin berkembang bahwa analisis rasional terlalu ditekankan dan bahwa, pada kasus-kasus tertentu, mengandalkan pada intuisi dapat memperbaiki pengambilan keputusan.
Pengambilan keputusan intuitif sebagi suatu proses tak sadar yang diciptakan dari dalam pengalaman yang tersaring. Hasilnya adalah bahwa pengambil keputuusan intuitif dapat memutuskan dengan cepat dengan informasi yang terbatas. Intuisi ini tidak harus berjalan secara tak tergantung dengan analisis rasional. Lebih lengkap keduanya saling melengkapi.
Kemungkinan terbesar untuk orang menggunakan keputusan intuitif adalah dalam delapan kondisi.
1. Bila ada ketakpastian dalamtingkat yang tinggi.
2. Bila hanya sedikit preseden (sesuatu yang bisa dijadikan teladan) untuk diikuti.
3. Bila variable-variabel kurang dapat diramalkan secara ilmiah.
4. Bila fakta terbatas.
5. Bila fakta tidak jelas menunjukkan jalan untuk diikuti.
6. Bila data analitis kurang berguna.
7. Bila ada beberapa penyelesaian alternatifyang masuk akal untuk dipilih, dengan argument yang baik untuk masing masing.
8. Bila waktu terbatas dan ada tekanan untuk segera diambil keputusan yang tepat.
Identifikasi Masalah
Masalah-masalah yang tamapak cenderung memiliki probabilitas terpilih yang lebih tinggi dibanding masalah-masalah yang penting. Hal ini dikarenakan dua hal:
1. Mudah untuk mengenal masalah-masalah yang tampak.hal ini lebih mungkin menangkap perhatian pengambil keputusan. Ini menjelaskan mengapa pemerintah lebih memperhatikan masalah kriminal daripada buta huruf.
2. Perlu diingat bahwa kita prihatin dengan pengambilan keputusan dalam organisasi. Para pengambil keputusan ingin tampil kompeten dan berada di puncak masalah. Ini memotivasi mereka untuk memusatkan perhatian yang tampak bagi orang lain.
Adalah biasa dalam kepentingan terbaik pengambil keputusan menyerang masalah-masalah yang lagi “high”. Bila kinerja pengambil keputusan itu kemudian ditinjau kembali, pengevaluasi lebih mungkin memberikan penilaian yang tinggi kepada seseorang yang secara agresif menyerang masalah-masalah yang tampak disbanding kepada seseorang yang tindakan-tindakanya kurang tampak jelas.
Pengembangan Alternatif
Karena pengambil keputusan jarang mencari sesuatu pemecahan optimum, melainkan yang agak memuaskan, kamiberharap untuk menemukan sutu penggunaan minimal atas kreatifitas dalam mencari alternatif-alternatif.
Pengambil keputusan menghindari tugas-tugas sulit yang mempertimbangkan semuasemua factor penting, menimbang relatif untung dan ruginya, serta mengkalkulasikan nilai untuk masing masing alternatif.
Pengambil keputusan mengambil langkah kecil ke arah sasarannya. Dengan mengetahui sifat komprehehsif dari seleksi pilihan, para pengambil keputusan membuat perbandingan suksesif karenakeputusan tak diambil selama-lamanya atau ditulis di atas batu, melainkan keputusan-keputusan diambil dan dibuat lagi tanpa ada habisnya dalam perbandingan kecil antara pilihan-pilihan yang sempit.
Membuat pilihan
Untuk menghindari informasi yang terlalu sarat, para pengambil keputusan mengandalkan heuristik atau jalan pintas penilaian dalam pengambilan keputusan. Ada dua kategori umum heuristik yang masing-masing menciptakan bias dalam penilaian.
• Heuristik ketersediaan: Kecenderungan begi orang untuk mendasarkan informasi yang sudah ada di tangan mereka.
• Heuristik representatif: Menilai kemungkinan dari suatu kejadian dengan menarik analogi dan melihat situasi yang identik di mana sebenarnya tidak identik.
• Peningkatan komitmen: Suatu peningkatan komitmen pada keputusan sebelumnya meskipun ada informasi negative.
Gaya Pengambilan Keputusan
• Direktif
Orang yang menggunakan gaya direktif memiliki toleransi yang rendah terhadap ambiguitas dan mencari rasionalitas. Tipe direktif mengambil keputusan yang diambil dengan cepat dan beroriaentasi jangka pendek.
• Analitik
Tipe ini memiliki toleransi yang jauh lebih besar terhadap ambiguitas disbanding pengambil keputusan direktif. Lebih banyak informasi dan pertimbangan atas alternatif yang lebih banyak ketimbang alternatif yang digunakan tipe direktif.
• Konseptual
Individu cenderung menjadi sangat luas dalam pandangan mereka dan mempertimbangkan banyak alternatif. Orientasi mereka jangka panjang dan mereka sangat baik dalam menetukan solusi yang kreatif.
• Behavior
Pengambil keputusan yang baik dengan yang lain. Mereka memperhatikan kinerja dari orang lain dan bawahannya serta reseptif terhadap usulan-usulan. Gaya manajer ini mengutamakan komunikasi dan penerimaan.
Perbedaan kultural
Kita perlu mengakui bahwa latar belakang budaya dari pengambil keputusan besar dapat member pengaruh yang besar terhadap seleksi masalahnya, kedalaman analisis, arti penting yang ditempatkan pada logika dan rasionalitas, atau apakah keputusan organisasional hendaknya diambil secara otokratis oleh seorang manajer individual atau secara kolektif dalam kelompok.
ETIKA DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN
Tiga Kriteria Keputusan Etis
• Utilarian
Keputusan diambil atas dasar konsekuensi mereka. Tujuan kriteria ini adalah memberikan kebaikan yang terbesar untuk jumlah yang terbesar.Pandangan ini cenderung mendominasi pengambilan keputusan bisnis.
• Hak
Criteria ini menekankan pada individu untuk mengambil keputusan yang konsisten dengan kebebasan hak yang mendasar. Hal ini berarti menghormati hak dasar para individu, seperti hak berbicara dan hak untuk memperoleh pembelaan.
• Keadilan
Hal ini mensyaratkan individu untuk mengenakan dan memperkuat aturan-aturan secara adil dan tidak berat sebelah sehingga ada pembagian manfaat dan biaya yang pantas.
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perilaku Perilaku Pengambilan-Keputusan Etis
• Tahap-tahap perkembangan moral
Adalah suatu penilaian dari kapasitas seseorang untuk menimbang secara moral. Makin tinggi perkembangan moral seseorang, makin kurang bergantung ia pada pengaruh-pengaruh luar dan, dari situ , akan makin cenderung untuk berperilaku etis.
• Tempat kedudukan kendali
Karakteristik kepribadian yang mengukur sejauh mana orang meyakini bahwa mereka bertanggung jawab untuk peristiwa-peristiwa dalam hidup mereka.
• Lingkungan organisasional
Merujuk pada persepsi karyawan mengenai pengharapan organisasional. Apakah organisasi itu mendorong perilaku yang etis atau tidak.
ANALISIS TINGKAT KESEHATAN BANK DENGAN METODE CAMEL
Pengertian Bank
Bank adalah badan usaha yang kekayaannya terutama dalam bentuk asset keuangan (financial assets) serta bermotifkan profit dan juga sosial, jadi bukan hanya keuntungan saja (Hasibuan, 2003:2). Menurut Dictionary of Banking and financial service by Jerry Rosenberg, bank adalah lembaga yang menerima simpanan giro, deposito dan membayar atas dasar dokumen yang ditarik pada orang atau lembaga tertentu, mendiskonto surat berharga, dan menanamkan dananya dalam surat berharga (Taswan, 2006:4)
Menurut Undang-undang RI Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perbankan, bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak.
Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bank adalah badan usaha yang aktivitasnya menghimpun dana berupa giro, deposito tabungan dan simpanan yang lain dari pihak yang kelebihan dana dan menyalurkannya kembali kepada masyarakat yang membutuhkan dana
melalui penjualan jasa keuangan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat banyak.
Pengertian dan Tujuan Laporan Keuangan
Laporan keuangan merupakan ikhtisar mengenai keadaan keuangan suatu bank pada suatu periode tertentu. Secara umum ada empat bentuk laporan keuangan yang pokok yang dihasilkan perusahaan yaitu laporan neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan modal, dan laporan aliran kas. Dari keempat laporan tersebut hanya 2 macam yang umum digunakan untuk analisis, yaitu laporan neraca, dan laporan laba rugi. Hal ini disebabkan laporan perubahan modal dan laporan aliran kas pada akhirnya akan diikhtisarkan pada laporan neraca dan laporan laba rugi.
Analisis laporan keuangan merupakan analisis mengenai kondisi keuangan suatu bank yang melibatkan neraca dan laporan laba rugi. Neraca suatu bank menggambarkan jumlah kekayaan, kewajiban, dan modal dari bank tersebut pada saat tertentu. Neraca biasanya disusun pada akhir tahun pembukuan (31 Desember). Kekayaan atau harta disajikan pada sisi aktiva, sedangkan kewajiban atau lutang dan modal disajikan pada sisi pasiva. Laporan Laba Rugi suatu bank menggambarkan jumlah penghasilan atau pendapatan dan biaya dari bank tersebut pada periode tertentu. Sebagaimana halnya dengan neraca, laporan laba rugi biasanya disusun setiap akhir tahun pembukuan (31 Desember). Dalam Laporan Laba Rugi
disusun jumlah pendapatan dan jumlah biaya yang terjadi selama satu tahun yaitu mulai tanggal 1 Januari - 31 Desember. Apabila jumlah pendapatan melebihi jumlah biaya akan menghasilkan laba, sedangkan apabila jumlah pendapatan lebih kecil dari jumlah biaya maka perusahaan mengalami kerugian.
Tujuan penyusunan laporan keuangan suatu bank secara umum adalah sebagai berikut:
1) Memberikan informasi keuangan tentang jumlah aktiva, kewajiban dan modal bank pada waktu tertentu.
2) Memberikan informasi tentang hasil usaha yang tercermin dari pendapatan yang diperoleh dan biaya-biaya yang dikeluarkan dalam periode tertentu.
3) Memberikan informasi tentang perubahan-perubahan yang terjadi dalam aktiva, kewajiban dan modal suatu bank.
4) Memberikan informasi tentang kinerja manajemen bank dalam suatu periode.
Dengan demikian laporan keuangan disamping menggambarkan kondisi keuangan suatu bank juga untuk menilai kinerja mnanajemen bank yang bersangkutan. Penilaian kinerja manajemen akan menjadi dasar apakah manajemen berhasil atau tidak dalam melaksanakan kebijakan yang telah digariskan dalam bidang manajemen keuangan khususnya dan hal ini akan dapat tergambar dari laporan keuangan yang disusun oleh pihak manajemen.
Pihak-Pihak yang Berkepentingan terhadap Laporan Keuangan
Banyak pihak yang mempunyai kepentingan untuk mengetahui lebih mendalam tentang laporan keuangan oleh perusahaan. Masing-masing pihak mempunyai kepentingan dan tujuan tersendiri terhadap laporan keuangan yang dikeluarkan oleh perusahaan. Ada beberapa pihak yang mempunyai kepentingan terhadap laporan keuangan, antara lain: masyarakat, pemilik perusahaan, pemerintah, perpajakan, karyawan, dan manajemen bank.
Bagi Masyarakat
Bagi masyarakat luas merupakan suatu jaminan terhadap uang yang disimpan di bank. Jaminan ini diperoleh dari laporan keuangan yang ada dengan melihat angka-angka yang ada di laporan keuangan. Dengan adanya laporan keuangan, pemilik dana dapat mengetahui kondisi bank bersangkutan. Selain itu dengan diumumkannya laporan keuangan secara luas, maka bonafiditas dari bank yang bersangkutan akan diketahui dengan mudah, sehingga bagi calon debitur akan dapat memilih bank mana yang akan mampu membiayai proyeknya.
Bagi Pemilik/Pemegang Saham
Bagi pemegang saham sebagai pemilik, memiliki kepentingan terhadap laporan keuangan untuk kemajuan perusahaan dalam menciptakan laba dan pengembangan usaha bank tersebut. Jika dianggap tidak memuaskan maka kemungkinan manajemen yang ada sekarang segera akan diganti dan sebaliknya. Penilaian pemegang saham akan lebih ditekankan pada kemampuan manajemen dalam mengembangkan modalnya untuk memperoleh laba yang rasional, dan kemampuan manajemen bank yang bersangkutan dalam mendukung perkembangan usahanya.
Bagi Pemerintah
Bagi pemerintah, baik bank pemerintah maupun bank swasta adalah untuk mengetahui kemajuan dan kepatuhan bank dalam melaksanakan kebijakan moneter dan pengembangan sektor-sektor industri tertentu. Mengingat kedudukannya yang sangat strategis tersebut tidaklah mengherankan apabila Bank Indonesia merasa perlu mengadakan pengawasan dan pembinaan yang intensif terhadap bank-bank pemerintah maupun bank-bank swasta. Bahkan jika perlu akan ikut campur tangan langsung apabila ada suatu bank mengalami berbagai kesulitan yang serius, dan sudah tentu hal ini pula cukup melegakan para penyimpan dana.
Bagi Perpajakan
Pihak pajak akan dapat lebih mudah menjalankan tugasnya dalam menetapkan besarnya pajak perseroan bagi bank yang bersangkutan, dengan mempelajari laporan keuangan yang telah diumumkan. Hal ini karena laba bank yang bersangkutan akan terlihat jelas dari laporan laba rugi. Selain dari itu dapat untuk mengukur kewajaran laba atau rugi yang diumumkan tersebut pihak pajak juga akan dapat membandingkanya dengan bank-bank lain yang sejenis.
Bagi Karyawan
Karyawan berkepentingan untuk mengetahui kondisi keuangan bank, sehingga mereka juga merasa perlu mengharapkan peningkatkan kesejahteraan apabila bank memperoleh keuntungan dan sebaliknya. Hal ini dikarenakan bank sebagai perusahaan jasa memang selayaknya kesejahteraan para karyawan harus mendapatkan perhatian yang lebih, mengingat para karyawan tersebut merupakan faktor produksinya yang utama. Di samping itu dengan mengetahui perkembangan keuangannya para karyawan juga berkepentingan terhadap penghasilan yang diterimanya tiap akhir tahun apakah sudah sepadan dengan pengorbanan yang diberikan kepada bank di mana ia bekerja.
Manajemen Bank
Untuk menilai kinerja manajemen bank dalam mencapai target-target yang telah ditetapkan. Kemudian juga untuk menilai kinerja manajemen dalam megelola sumber daya yang dimilikinya.
Analisis Rasio Keuangan Bank
Mengingat ada kekhususan kegiatan usaha perbankan dibandingkan usaha manufaktur pada umumnya, maka oleh Bank Indonesia dan Ikatan Akuntansi Indonesia telah diterbitkan panduan penyusunan laporan keuangan perbankan dan proses akuntansinya yang lebih dikenal dengan Standar Khusus Akuntansi Perbankan Indonesia (SKAPI) dan Pedoman Akuntansi Perbankan Indonesia (PAPI). Untuk lebih mempermudah pemahaman tentang laporan keuangan perbankan di Indonesia, akan dijelaskan beberapa hal dari materi SKAPI dan PAPI sebagai berikut:
1) Laporan keuangan bank harus disajikan dalam mata uang rupiah.
2) Kurs tengah yaitu kurs jual ditambah kurs beli Bank Indonesia dibagi dua.
3) Bank wajib mengungkap posisi neto aktiva dan kewajiban dalam valuta asing yang masih terbuka (posisi devisa neto) menurut jenis mata uang.
4) Untuk memenuhi kepentingan berbagai pihak, laporan keuangan bank harus disusun berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan (SAK) dan SKAPI.
5) Laporan keuangan bank terdiri dari: neraca, laporan komitmen dan kontijensi, perhitungan laba rugi, laporan perubahan posisi keuangan, dan catatan atas laporan keuangan.
6) Penerapan prinsip akuntansi terhadap suatu fakta atau pos tertentu yang menyimpang SAK dan SKAPI dapat dilaksanakan jika hal tersebut tidak menimbulkan pengaruh yang material terhadap kelayakan laporan keuangan bank.
7) Untuk dapat memberikan gambaran yang jelas mengenai sifat dan perkembangan bank dari waktu ke waktu, maka laporan keuangan disajikan secara komparatif untuk 2 tahun terakhir.
8) Laporan neraca.
9) Laporan laba rugi.
10) Laporan arus kas.
11) Laporan komitmen dan kontijensi.
12) Catatan atas laporan keuangan.
13) Laporan keuangan gabungan dan konsolidasi.
Penilaian Kesehatan Bank Menurut Metode Camel
Peraturan Bank Indonesia No. 6/10/PBI/2004 tanggal 12 April 2004 tentang Sistem Penilaian Tingkat Kesehatan bank Umum menjelaskan bahwa bank wajib melakukan penilaian tingkat kesehatan bank secara triwulan. Peraturan tersebut menjelaskan bahwa tingkat kesehatan bank merupakan hasil penilaian kualitatif atas berbagai aspek yang berpengaruh terhadap kondisi atau kinerja suatu bank melalui penilaian faktor permodalan, kualitas asset, manajemen, rentabilitas,likuiditas, dan sensitivitas terhadap risiko pasar. Penilaian terhadap faktor-faktor tersebut dilakukan melalui penilaian kuantitatif dan atau kualitatif setelah mempertimbangkan unsur judgement yang didasarkan atas materialitas dan signifikansi dari faktor-faktor penilaian serta pengaruh dari faktor lainnya seperti kondisi industri perbankan dan perekonomian nasional.
Penilaian faktor-faktor komponen dilakukan dengan sistem kredit (system reward) yang dinyatakan dalam nilai kredit 0 sampai 100. Hasil kuantifikatif dari komponen-komponen tersebut dinilai lebih lanjut dengan memperhatikan informasi dan aspek-aspek lain yang secara material berpengaruh terhadap kondisi dan perkembangan masing-masing faktor. Tingkat kesehatan bank digolongkan dalam empat kategori yaitu: sehat, cukup sehat, kurang sehat dan tidak sehat.
Sebagai pengawas bank, Bank Indonesia juga menilai performance bank dengan memperhatikan enam indikator yang disebut CAMELS. Penilaian sistem CAMELS ini mengukur apakah manajemen bank telah melaksanakan sistem perbankan dengan asas-asas yang sehat.
Untuk melakukan penilaian kesehatan suatu bank dapat dilihat dari berbagai aspek. Penilaian bertujuan untuk menentukan apakah bank tersebut dalam kondisi yang sehat, cukup sehat, kurang sehat, dan tidak sehat, sehingga Bank Indonesia sebagai pengawas serta pembina bank-bank dapat memberikan arahan bagaimana bank tersebut harus dijalankan dengan baik atau bahkan dihentikan operasinya.
Ukuran untuk penilaian kesehatan bank telah ditentukan oleh Bank Indonesia. Seperti yang tertera dalam Undang-Undang RI No 7 tahun 1992 tentang perbankan pasal 29, yang isinya adalah:
1) Pembinaan dan pengawasan bank dilakukan oleh Bank Indonesia
2) Bank Indonesia menetapkan ketentuan tentang kesehatan bank dengan memperhatikan aspek permodalan, kualitas aset, kualitas manajemen, rentabilitas, likuiditas, solvabilitas, dan aspek lain yang berhubungan dengan usaha bank.
3) Bank wajib memelihara kesehatan bank sesuai dengan ketentuan sebagaimana dimaksudkan dalam ayat (2) dan wajib melakukan usaha sesuai dengan prinsip-prinsip kehati-hatian.
Berdasarkan ketentuan dalam Undang-Undang tentang perbankan tersebut, Bank Indonesia telah mengeluarkan Surat Edaran No. 26/5/BPPP tanggal 29 Mei 1993 yang mengatur tentang tata cara penilaian tingkat kesehatan bank. Ketentuan ini merupakan penyempurnaan ketentuan yang dikeluarkan Bank Indonesia dengan Surat Edaran No. 23/21/BPPP tanggal 28 Februari 1991.
Metode penilaian tingkat kesehatan bank tersebut diatas kemudian dikenal dengan metode CAMEL. Karena telah dilakukan perhitungan tingkat kesehatan bank berdasarkan metode CAMEL selanjutnya dilanjutkan dengan perhitungan tingkat kepatuhan bank pada beberapa ketentuan khusus, metode tersebut selanjutnya dikenal dengan istilah CAMEL Plus. Penilaian kesehatan bank meliputi 5 aspek yaitu:
1) Capital, untuk rasio kecukupan modal
Penilaian pendekatan kuantitatif dan kualitatif faktor permodalan antara lain dilakukan melalui penilaian terhadap komponen-komponen:
a. Kecukupan pemenuhan Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM) terhadap ketentuan yang berlaku.
b. Komposisi permodalan.
c. Trend ke depan/ proyeksi KPMM.
d. Aktiva produktif yang diklasifikasikan dibandingkan dengan modal bank.
e. Kemampuan bank memelihara kebutuhan penambahan modal yang berasal dari keuntungan (laba ditahan).
f. Rencana permodalan bank untuk mendukung pertumbuhan usaha.
g. Akses kepada sumber permodalan.
h. Kinerja keuangan pemegang saham untuk meningkatkan permodalan bank.
2) Assets, untuk rasio kualitas aktiva
Penilaian pendekatan kuantitatif dan kualitatif faktor kualitas asset antara lain dilakukan melalui penilaian terhadap komponen-komponen:
a. Aktiva produktif yang diklasifikasikan dibandingkan dengan total aktiva produktif.
b. Debitur inti kredit diluar pihak terkait dibandingkan dengan total kredit.
c. Perkembangan aktiva produktif bermasalah non performing assets dibandingkan dengan aktiva produktif.
d. Tingkat kecukupan pembentukan Penyisihan Penghapusan Aktiva Produktif (PPAP).
e. Kecukupan kebijakan dan prosedur aktiva produktif.
f. Sistem kaji ulang (review) internal terhadap aktiva produktif.
g. Dokumen aktiva produktif.
h. Kinerja penanganan aktiva produktif bermasalah.
3) Management, untuk menilai kualitas manajemen
Penilaian terhadap faktor manajemen antara lain dilakukan melalui penilaian terhadap komponen-komponen:
a. Manajemen umum.
b. Penerapan sistem manajemen risiko.
c. Kepatuhan bank terhadap ketentuan yang berlaku serta komitmen kepada Bank Indonesia dan atau pihak lain.
4) Earning, untuk rasio-rasio rentabilitas bank
Penilaian pendekatan kuantitatif dan kualitatif faktor rentabilitas antara lain dilakukan melalui penilaian terhadap komponen-komponen:
a. Return On Assets (ROA).
b. Return On Equity (ROE).
c. Net Interest Margin (NIM).
d. Biaya Operasional dibandingkan dengan Pendapatan Operasional (BOPO).
e. Perkembangan laba operasional.
f. Komposisi portofolio aktiva produktif dan diversifikasi pendapatan.
g. Penerapan prinsip akuntansi dalam pengakuan pendapatan dan biaya
h. Prospek laba operasional
5) Liquidity, untuk rasio-rasio likuiditas bank
Penilaian pendekatan kuantitatif dan kualitatif faktor likuiditas antara lain dilakukan melalui penilaian terhadap komponen-komponen:
a. Aktiva likuid kurang dari 1 bulan dibandingkan dengan pasiva liquid kurang dari 1 bulan.
b. 1-month maturity mismatch ratio.
c. Loan to Deposit Ratio (LDR).
d. Proyeksi cash flow 3 bulan mendatang.
e. Ketergantungan pada dana antara bank dan deposan inti.
f. Kebijakan dan pengelolaan likuiditas (Assets and Liabilities Management/ ALMA)
g. Kemampuan bank untuk memperoleh akses kepada pasar uang, pasar modal, atau sumber-sumber pendanaan lainnya.
h. Stabilitas Dana Pihak Ketiga (DPK).
Kriteria Kesehatan Bank
Tingkat kesehatan pada dasarnya dinilai dengan pendekatan kuantitatif atas berbagai aspek yang berpengaruh terhadap kondisi dan perkembangan suatu bank. Pendekatan kuantitatif tersebut dapat dilakukan dengan mengadakan penilaian terhadap faktor permodalan, kualitas aktiva produktif, rentabilitas, likuiditas. Pendekatan kuantitatif diperlukan karena masing-masing faktor tersebut mengandung berbagai aspek yang saling berkaitan antara satu dengan lainnya serta saling mempengaruhi.
Pelaksanaan penilaian terhadap faktor-faktor tersebut dilakukan dengan cara:
1. Mengkuantifikasi beberapa komponen penting dari masing-masing faktor.
2. Atas dasar kuantifikasi komponen-komponen penting tersebut dilakukan penilaian lebih lanjut dengan memperhatikan aspek lain yang secara materiil berpengaruh terhadap kondisi dan perkembangan masing-masing faktor.
Sedangkan tata cara kuantifikasi penilaian kesehatan dilakukan dengan reward system yaitu memberikan nilai kredit 0 sampai dengan 100
Manfaat Penilaian Kesehatan Bank
Dalam pemeriksaan bank, sebagai implikasi terhadap fungsi pengawasan oleh Bank Indonesia, dikaitkan dengan ketentuan penilaian tingkat kesehatan bank ini pada prinsipnya merupakan kepentingan pemilik dan pengelola bank, masyarakat pengguna jasa bank maupun bagi pengawas dan pembina bank.
Ketentuan penilaian tingkat kesehatan bank, bank dimaksudkan untuk dapat dipergunakan sebagai:
1. Standar bagi manajemen bank untuk menilai apakah pengelolan bank telah sesuai dengan asas-asas perbankan yang sehat dan ketentuan-ketentuan yang berlaku
2. Standar untuk menetapkan arah pembinaan dan pengembangan bank secara individual maupun untuk industri perbankan secara keseluruhan.
Bank adalah badan usaha yang kekayaannya terutama dalam bentuk asset keuangan (financial assets) serta bermotifkan profit dan juga sosial, jadi bukan hanya keuntungan saja (Hasibuan, 2003:2). Menurut Dictionary of Banking and financial service by Jerry Rosenberg, bank adalah lembaga yang menerima simpanan giro, deposito dan membayar atas dasar dokumen yang ditarik pada orang atau lembaga tertentu, mendiskonto surat berharga, dan menanamkan dananya dalam surat berharga (Taswan, 2006:4)
Menurut Undang-undang RI Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perbankan, bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak.
Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bank adalah badan usaha yang aktivitasnya menghimpun dana berupa giro, deposito tabungan dan simpanan yang lain dari pihak yang kelebihan dana dan menyalurkannya kembali kepada masyarakat yang membutuhkan dana
melalui penjualan jasa keuangan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat banyak.
Pengertian dan Tujuan Laporan Keuangan
Laporan keuangan merupakan ikhtisar mengenai keadaan keuangan suatu bank pada suatu periode tertentu. Secara umum ada empat bentuk laporan keuangan yang pokok yang dihasilkan perusahaan yaitu laporan neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan modal, dan laporan aliran kas. Dari keempat laporan tersebut hanya 2 macam yang umum digunakan untuk analisis, yaitu laporan neraca, dan laporan laba rugi. Hal ini disebabkan laporan perubahan modal dan laporan aliran kas pada akhirnya akan diikhtisarkan pada laporan neraca dan laporan laba rugi.
Analisis laporan keuangan merupakan analisis mengenai kondisi keuangan suatu bank yang melibatkan neraca dan laporan laba rugi. Neraca suatu bank menggambarkan jumlah kekayaan, kewajiban, dan modal dari bank tersebut pada saat tertentu. Neraca biasanya disusun pada akhir tahun pembukuan (31 Desember). Kekayaan atau harta disajikan pada sisi aktiva, sedangkan kewajiban atau lutang dan modal disajikan pada sisi pasiva. Laporan Laba Rugi suatu bank menggambarkan jumlah penghasilan atau pendapatan dan biaya dari bank tersebut pada periode tertentu. Sebagaimana halnya dengan neraca, laporan laba rugi biasanya disusun setiap akhir tahun pembukuan (31 Desember). Dalam Laporan Laba Rugi
disusun jumlah pendapatan dan jumlah biaya yang terjadi selama satu tahun yaitu mulai tanggal 1 Januari - 31 Desember. Apabila jumlah pendapatan melebihi jumlah biaya akan menghasilkan laba, sedangkan apabila jumlah pendapatan lebih kecil dari jumlah biaya maka perusahaan mengalami kerugian.
Tujuan penyusunan laporan keuangan suatu bank secara umum adalah sebagai berikut:
1) Memberikan informasi keuangan tentang jumlah aktiva, kewajiban dan modal bank pada waktu tertentu.
2) Memberikan informasi tentang hasil usaha yang tercermin dari pendapatan yang diperoleh dan biaya-biaya yang dikeluarkan dalam periode tertentu.
3) Memberikan informasi tentang perubahan-perubahan yang terjadi dalam aktiva, kewajiban dan modal suatu bank.
4) Memberikan informasi tentang kinerja manajemen bank dalam suatu periode.
Dengan demikian laporan keuangan disamping menggambarkan kondisi keuangan suatu bank juga untuk menilai kinerja mnanajemen bank yang bersangkutan. Penilaian kinerja manajemen akan menjadi dasar apakah manajemen berhasil atau tidak dalam melaksanakan kebijakan yang telah digariskan dalam bidang manajemen keuangan khususnya dan hal ini akan dapat tergambar dari laporan keuangan yang disusun oleh pihak manajemen.
Pihak-Pihak yang Berkepentingan terhadap Laporan Keuangan
Banyak pihak yang mempunyai kepentingan untuk mengetahui lebih mendalam tentang laporan keuangan oleh perusahaan. Masing-masing pihak mempunyai kepentingan dan tujuan tersendiri terhadap laporan keuangan yang dikeluarkan oleh perusahaan. Ada beberapa pihak yang mempunyai kepentingan terhadap laporan keuangan, antara lain: masyarakat, pemilik perusahaan, pemerintah, perpajakan, karyawan, dan manajemen bank.
Bagi Masyarakat
Bagi masyarakat luas merupakan suatu jaminan terhadap uang yang disimpan di bank. Jaminan ini diperoleh dari laporan keuangan yang ada dengan melihat angka-angka yang ada di laporan keuangan. Dengan adanya laporan keuangan, pemilik dana dapat mengetahui kondisi bank bersangkutan. Selain itu dengan diumumkannya laporan keuangan secara luas, maka bonafiditas dari bank yang bersangkutan akan diketahui dengan mudah, sehingga bagi calon debitur akan dapat memilih bank mana yang akan mampu membiayai proyeknya.
Bagi Pemilik/Pemegang Saham
Bagi pemegang saham sebagai pemilik, memiliki kepentingan terhadap laporan keuangan untuk kemajuan perusahaan dalam menciptakan laba dan pengembangan usaha bank tersebut. Jika dianggap tidak memuaskan maka kemungkinan manajemen yang ada sekarang segera akan diganti dan sebaliknya. Penilaian pemegang saham akan lebih ditekankan pada kemampuan manajemen dalam mengembangkan modalnya untuk memperoleh laba yang rasional, dan kemampuan manajemen bank yang bersangkutan dalam mendukung perkembangan usahanya.
Bagi Pemerintah
Bagi pemerintah, baik bank pemerintah maupun bank swasta adalah untuk mengetahui kemajuan dan kepatuhan bank dalam melaksanakan kebijakan moneter dan pengembangan sektor-sektor industri tertentu. Mengingat kedudukannya yang sangat strategis tersebut tidaklah mengherankan apabila Bank Indonesia merasa perlu mengadakan pengawasan dan pembinaan yang intensif terhadap bank-bank pemerintah maupun bank-bank swasta. Bahkan jika perlu akan ikut campur tangan langsung apabila ada suatu bank mengalami berbagai kesulitan yang serius, dan sudah tentu hal ini pula cukup melegakan para penyimpan dana.
Bagi Perpajakan
Pihak pajak akan dapat lebih mudah menjalankan tugasnya dalam menetapkan besarnya pajak perseroan bagi bank yang bersangkutan, dengan mempelajari laporan keuangan yang telah diumumkan. Hal ini karena laba bank yang bersangkutan akan terlihat jelas dari laporan laba rugi. Selain dari itu dapat untuk mengukur kewajaran laba atau rugi yang diumumkan tersebut pihak pajak juga akan dapat membandingkanya dengan bank-bank lain yang sejenis.
Bagi Karyawan
Karyawan berkepentingan untuk mengetahui kondisi keuangan bank, sehingga mereka juga merasa perlu mengharapkan peningkatkan kesejahteraan apabila bank memperoleh keuntungan dan sebaliknya. Hal ini dikarenakan bank sebagai perusahaan jasa memang selayaknya kesejahteraan para karyawan harus mendapatkan perhatian yang lebih, mengingat para karyawan tersebut merupakan faktor produksinya yang utama. Di samping itu dengan mengetahui perkembangan keuangannya para karyawan juga berkepentingan terhadap penghasilan yang diterimanya tiap akhir tahun apakah sudah sepadan dengan pengorbanan yang diberikan kepada bank di mana ia bekerja.
Manajemen Bank
Untuk menilai kinerja manajemen bank dalam mencapai target-target yang telah ditetapkan. Kemudian juga untuk menilai kinerja manajemen dalam megelola sumber daya yang dimilikinya.
Analisis Rasio Keuangan Bank
Mengingat ada kekhususan kegiatan usaha perbankan dibandingkan usaha manufaktur pada umumnya, maka oleh Bank Indonesia dan Ikatan Akuntansi Indonesia telah diterbitkan panduan penyusunan laporan keuangan perbankan dan proses akuntansinya yang lebih dikenal dengan Standar Khusus Akuntansi Perbankan Indonesia (SKAPI) dan Pedoman Akuntansi Perbankan Indonesia (PAPI). Untuk lebih mempermudah pemahaman tentang laporan keuangan perbankan di Indonesia, akan dijelaskan beberapa hal dari materi SKAPI dan PAPI sebagai berikut:
1) Laporan keuangan bank harus disajikan dalam mata uang rupiah.
2) Kurs tengah yaitu kurs jual ditambah kurs beli Bank Indonesia dibagi dua.
3) Bank wajib mengungkap posisi neto aktiva dan kewajiban dalam valuta asing yang masih terbuka (posisi devisa neto) menurut jenis mata uang.
4) Untuk memenuhi kepentingan berbagai pihak, laporan keuangan bank harus disusun berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan (SAK) dan SKAPI.
5) Laporan keuangan bank terdiri dari: neraca, laporan komitmen dan kontijensi, perhitungan laba rugi, laporan perubahan posisi keuangan, dan catatan atas laporan keuangan.
6) Penerapan prinsip akuntansi terhadap suatu fakta atau pos tertentu yang menyimpang SAK dan SKAPI dapat dilaksanakan jika hal tersebut tidak menimbulkan pengaruh yang material terhadap kelayakan laporan keuangan bank.
7) Untuk dapat memberikan gambaran yang jelas mengenai sifat dan perkembangan bank dari waktu ke waktu, maka laporan keuangan disajikan secara komparatif untuk 2 tahun terakhir.
8) Laporan neraca.
9) Laporan laba rugi.
10) Laporan arus kas.
11) Laporan komitmen dan kontijensi.
12) Catatan atas laporan keuangan.
13) Laporan keuangan gabungan dan konsolidasi.
Penilaian Kesehatan Bank Menurut Metode Camel
Peraturan Bank Indonesia No. 6/10/PBI/2004 tanggal 12 April 2004 tentang Sistem Penilaian Tingkat Kesehatan bank Umum menjelaskan bahwa bank wajib melakukan penilaian tingkat kesehatan bank secara triwulan. Peraturan tersebut menjelaskan bahwa tingkat kesehatan bank merupakan hasil penilaian kualitatif atas berbagai aspek yang berpengaruh terhadap kondisi atau kinerja suatu bank melalui penilaian faktor permodalan, kualitas asset, manajemen, rentabilitas,likuiditas, dan sensitivitas terhadap risiko pasar. Penilaian terhadap faktor-faktor tersebut dilakukan melalui penilaian kuantitatif dan atau kualitatif setelah mempertimbangkan unsur judgement yang didasarkan atas materialitas dan signifikansi dari faktor-faktor penilaian serta pengaruh dari faktor lainnya seperti kondisi industri perbankan dan perekonomian nasional.
Penilaian faktor-faktor komponen dilakukan dengan sistem kredit (system reward) yang dinyatakan dalam nilai kredit 0 sampai 100. Hasil kuantifikatif dari komponen-komponen tersebut dinilai lebih lanjut dengan memperhatikan informasi dan aspek-aspek lain yang secara material berpengaruh terhadap kondisi dan perkembangan masing-masing faktor. Tingkat kesehatan bank digolongkan dalam empat kategori yaitu: sehat, cukup sehat, kurang sehat dan tidak sehat.
Sebagai pengawas bank, Bank Indonesia juga menilai performance bank dengan memperhatikan enam indikator yang disebut CAMELS. Penilaian sistem CAMELS ini mengukur apakah manajemen bank telah melaksanakan sistem perbankan dengan asas-asas yang sehat.
Untuk melakukan penilaian kesehatan suatu bank dapat dilihat dari berbagai aspek. Penilaian bertujuan untuk menentukan apakah bank tersebut dalam kondisi yang sehat, cukup sehat, kurang sehat, dan tidak sehat, sehingga Bank Indonesia sebagai pengawas serta pembina bank-bank dapat memberikan arahan bagaimana bank tersebut harus dijalankan dengan baik atau bahkan dihentikan operasinya.
Ukuran untuk penilaian kesehatan bank telah ditentukan oleh Bank Indonesia. Seperti yang tertera dalam Undang-Undang RI No 7 tahun 1992 tentang perbankan pasal 29, yang isinya adalah:
1) Pembinaan dan pengawasan bank dilakukan oleh Bank Indonesia
2) Bank Indonesia menetapkan ketentuan tentang kesehatan bank dengan memperhatikan aspek permodalan, kualitas aset, kualitas manajemen, rentabilitas, likuiditas, solvabilitas, dan aspek lain yang berhubungan dengan usaha bank.
3) Bank wajib memelihara kesehatan bank sesuai dengan ketentuan sebagaimana dimaksudkan dalam ayat (2) dan wajib melakukan usaha sesuai dengan prinsip-prinsip kehati-hatian.
Berdasarkan ketentuan dalam Undang-Undang tentang perbankan tersebut, Bank Indonesia telah mengeluarkan Surat Edaran No. 26/5/BPPP tanggal 29 Mei 1993 yang mengatur tentang tata cara penilaian tingkat kesehatan bank. Ketentuan ini merupakan penyempurnaan ketentuan yang dikeluarkan Bank Indonesia dengan Surat Edaran No. 23/21/BPPP tanggal 28 Februari 1991.
Metode penilaian tingkat kesehatan bank tersebut diatas kemudian dikenal dengan metode CAMEL. Karena telah dilakukan perhitungan tingkat kesehatan bank berdasarkan metode CAMEL selanjutnya dilanjutkan dengan perhitungan tingkat kepatuhan bank pada beberapa ketentuan khusus, metode tersebut selanjutnya dikenal dengan istilah CAMEL Plus. Penilaian kesehatan bank meliputi 5 aspek yaitu:
1) Capital, untuk rasio kecukupan modal
Penilaian pendekatan kuantitatif dan kualitatif faktor permodalan antara lain dilakukan melalui penilaian terhadap komponen-komponen:
a. Kecukupan pemenuhan Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM) terhadap ketentuan yang berlaku.
b. Komposisi permodalan.
c. Trend ke depan/ proyeksi KPMM.
d. Aktiva produktif yang diklasifikasikan dibandingkan dengan modal bank.
e. Kemampuan bank memelihara kebutuhan penambahan modal yang berasal dari keuntungan (laba ditahan).
f. Rencana permodalan bank untuk mendukung pertumbuhan usaha.
g. Akses kepada sumber permodalan.
h. Kinerja keuangan pemegang saham untuk meningkatkan permodalan bank.
2) Assets, untuk rasio kualitas aktiva
Penilaian pendekatan kuantitatif dan kualitatif faktor kualitas asset antara lain dilakukan melalui penilaian terhadap komponen-komponen:
a. Aktiva produktif yang diklasifikasikan dibandingkan dengan total aktiva produktif.
b. Debitur inti kredit diluar pihak terkait dibandingkan dengan total kredit.
c. Perkembangan aktiva produktif bermasalah non performing assets dibandingkan dengan aktiva produktif.
d. Tingkat kecukupan pembentukan Penyisihan Penghapusan Aktiva Produktif (PPAP).
e. Kecukupan kebijakan dan prosedur aktiva produktif.
f. Sistem kaji ulang (review) internal terhadap aktiva produktif.
g. Dokumen aktiva produktif.
h. Kinerja penanganan aktiva produktif bermasalah.
3) Management, untuk menilai kualitas manajemen
Penilaian terhadap faktor manajemen antara lain dilakukan melalui penilaian terhadap komponen-komponen:
a. Manajemen umum.
b. Penerapan sistem manajemen risiko.
c. Kepatuhan bank terhadap ketentuan yang berlaku serta komitmen kepada Bank Indonesia dan atau pihak lain.
4) Earning, untuk rasio-rasio rentabilitas bank
Penilaian pendekatan kuantitatif dan kualitatif faktor rentabilitas antara lain dilakukan melalui penilaian terhadap komponen-komponen:
a. Return On Assets (ROA).
b. Return On Equity (ROE).
c. Net Interest Margin (NIM).
d. Biaya Operasional dibandingkan dengan Pendapatan Operasional (BOPO).
e. Perkembangan laba operasional.
f. Komposisi portofolio aktiva produktif dan diversifikasi pendapatan.
g. Penerapan prinsip akuntansi dalam pengakuan pendapatan dan biaya
h. Prospek laba operasional
5) Liquidity, untuk rasio-rasio likuiditas bank
Penilaian pendekatan kuantitatif dan kualitatif faktor likuiditas antara lain dilakukan melalui penilaian terhadap komponen-komponen:
a. Aktiva likuid kurang dari 1 bulan dibandingkan dengan pasiva liquid kurang dari 1 bulan.
b. 1-month maturity mismatch ratio.
c. Loan to Deposit Ratio (LDR).
d. Proyeksi cash flow 3 bulan mendatang.
e. Ketergantungan pada dana antara bank dan deposan inti.
f. Kebijakan dan pengelolaan likuiditas (Assets and Liabilities Management/ ALMA)
g. Kemampuan bank untuk memperoleh akses kepada pasar uang, pasar modal, atau sumber-sumber pendanaan lainnya.
h. Stabilitas Dana Pihak Ketiga (DPK).
Kriteria Kesehatan Bank
Tingkat kesehatan pada dasarnya dinilai dengan pendekatan kuantitatif atas berbagai aspek yang berpengaruh terhadap kondisi dan perkembangan suatu bank. Pendekatan kuantitatif tersebut dapat dilakukan dengan mengadakan penilaian terhadap faktor permodalan, kualitas aktiva produktif, rentabilitas, likuiditas. Pendekatan kuantitatif diperlukan karena masing-masing faktor tersebut mengandung berbagai aspek yang saling berkaitan antara satu dengan lainnya serta saling mempengaruhi.
Pelaksanaan penilaian terhadap faktor-faktor tersebut dilakukan dengan cara:
1. Mengkuantifikasi beberapa komponen penting dari masing-masing faktor.
2. Atas dasar kuantifikasi komponen-komponen penting tersebut dilakukan penilaian lebih lanjut dengan memperhatikan aspek lain yang secara materiil berpengaruh terhadap kondisi dan perkembangan masing-masing faktor.
Sedangkan tata cara kuantifikasi penilaian kesehatan dilakukan dengan reward system yaitu memberikan nilai kredit 0 sampai dengan 100
Manfaat Penilaian Kesehatan Bank
Dalam pemeriksaan bank, sebagai implikasi terhadap fungsi pengawasan oleh Bank Indonesia, dikaitkan dengan ketentuan penilaian tingkat kesehatan bank ini pada prinsipnya merupakan kepentingan pemilik dan pengelola bank, masyarakat pengguna jasa bank maupun bagi pengawas dan pembina bank.
Ketentuan penilaian tingkat kesehatan bank, bank dimaksudkan untuk dapat dipergunakan sebagai:
1. Standar bagi manajemen bank untuk menilai apakah pengelolan bank telah sesuai dengan asas-asas perbankan yang sehat dan ketentuan-ketentuan yang berlaku
2. Standar untuk menetapkan arah pembinaan dan pengembangan bank secara individual maupun untuk industri perbankan secara keseluruhan.
Langganan:
Postingan (Atom)